banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Kurangi Beban TPA, DLH Kuningan Genjot Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan Teknologi Hijau

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Kuningan tahun 2025 berhasil melampaui target, mencapai angka 75,50 dari sasaran yang ditetapkan 68,18. Keberhasilan ini tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Justru, sejumlah terobosan strategis terus disiapkan agar kualitas lingkungan tetap terjaga sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

banner 728x250

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Ir. Usep Sumirat, memaparkan berbagai langkah tersebut dalam dialog interaktif program “Jawa Barat Hari Ini” yang disiarkan TVRI Jawa Barat, Minggu (11/10/2026). Dialog yang menghubungkan Command Center Kabupaten Kuningan dengan studio TVRI Jawa Barat ini dipandu langsung oleh Fredericko Sinatria.

Salah satu fokus utama yang diperkuat DLH Kuningan adalah pengelolaan sampah dari hulu, yaitu mendorong kemandirian desa dalam menangani sampah di wilayahnya. Jika sebelumnya baru dua desa yang bergerak, saat ini jumlahnya telah berkembang menjadi hampir 12 desa yang mulai mengelola sampah secara mandiri melalui kerja sama antardesa dan penguatan peran pemerintahan desa.

“Yang kita perkuat adalah aspek sumbernya, termasuk mempertahankan rasio tutupan lahan dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan demikian, daya dukung alam di Kabupaten Kuningan dapat terus terjaga dan dioptimalkan,” ujar Usep.

Pemerintah juga memberikan ruang luas bagi desa untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan setempat, selama memenuhi standar lingkungan yang berlaku. Bagi DLH, indikator keberhasilan bukan lagi seberapa banyak sampah yang diangkut pemerintah, melainkan seberapa besar kemampuan desa dan masyarakat menyelesaikan masalah sampahnya sendiri.

Inovasi lain yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan gas metana yang timbul dari tumpukan sampah di TPA Ciniru. Uji coba sebelumnya telah melibatkan sekitar 50 rumah tangga, dan ke depannya instalasi akan diperluas sehingga dapat menjangkau sekitar 450 rumah tangga di sekitar kawasan TPA. Pengembangan ini akan dijajaki melalui skema kemitraan dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dalam jangka menengah, DLH Kuningan juga menyiapkan transformasi TPA Ciniru menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Fasilitas ini akan dilengkapi dengan pembangunan TPS 3R Plus, sehingga sampah tidak lagi langsung dibuang ke tanah, melainkan melalui proses pemilahan, pengurangan, dan pengolahan. Sampah yang memenuhi syarat akan diolah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri.

Usep menegaskan, seluruh langkah ini tidak bisa berjalan sendirian. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama. Pemilahan sampah dari rumah tangga tetap menjadi fondasi paling penting, sementara teknologi dan dukungan kemitraan akan memperkuat pengelolaan di tahap berikutnya.

“Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya mengurangi tekanan terhadap TPA, tetapi juga mendorong terbentuknya desa yang lebih mandiri, lingkungan yang terjaga, dan pemanfaatan sampah yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dialog ini merupakan bagian dari sinergi rutin TVRI Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Diskominfo Kuningan, yang secara berkala menghadirkan pemimpin daerah untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Semoga berbagai terobosan ini terus berjalan beriringan dengan kesadaran warga, sehingga Kuningan senantiasa bersih, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan