banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Ada Rekaman CCTV Pada Kasus Pembunuhan Vina Di Cirebon, Polisi Tak Membukanya?

Bingkaiwarta, CIREBON – Kasus pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi di Cirebon, Jawa Barat, pada tahun 2016 silam, masih menjadi misteri. Hingga saat ini kasus tersebut belum terungkap dan masih menjadi tanda tanya publik.

Berbagai kejanggalan terjadi dalam pengungkapan kasus tersebut, salah satunya adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang tidak pernah dibuka atau dilakukan penyelidikan.

banner 728x250

Demikian diungkapkan oleh salah satu kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni RM. Menurutnya, dalam salinan putusan sidang Pengadilan Negeri Cirebon terhadap delapan terpidana yang saat ini tengah menjalani masa tahanan, salah satu saksi bernama Dodi Irwanto yang merupakan petugas kepolisian, terdapat barang bukti berupa CCTV.

“Jadi diamankan dulu ya, jadi saksi bersama rekan-rekan yaitu Aiptu Rudiana, Bripka Gugun dan Brigadir Andi Saprudi melakukan pengamanan terhadap 8 orang yang diduga telah melakukan pengeroyokan hingga meninggal dunia, yaitu Eko, Sudirman, Supriyanto, Hadi, Jaya, Eka Sandi. Kemudian setelah mengamankan, keterangan keduanya, baru menemukan CCTV. Bahwa saksi sudah mengecek CCTV yang berada di lokasi kejadian, namun belum dibuka, itu keterangan dari saksi Dodi Irwanto,” ungkapnya kepada bingkaiwarta.co.id, Minggu (30/6/2024).

Selain Dodi, kata Toni, saksi dari anggota kepolisian lainnya yang bernama Gugun Gumilar, telah menemukan CCTV namun belum dibuka atau dilakukan penyelidikan.

“Kemudian ada saksi satu lagi yang bernama Gugun Gumilar, sama bahwa saksi telah mengecek CCTV di lokasi kejadian namun belum dibuka, karena baik Dodi Irwanto maupun Gugun Gumilar menjelaskan bahwa dalam putusan pengadilan ini belum dibuka,” katanya.

Adapun alasan CCTV tersebut tidak ditampilkan dalam proses penyelidikan, Toni menduga, petugas kepolisian sudah terlanjur melakukan salah tangkap dan menganiaya para terduga pelaku, sehingga CCTV tersebut tidak dilakukan penyelidikan.

“Artinya kami berpendapat, CCTV itu sebenarnya ada namun itu didapat setelah 8 orang itu diamankan. Sehingga, karena mungkin sudah terlanjur malu, jadi tidak mengungkap sebenarnya. Jadi hemat kami begini, bisa saja terlanjur dianiaya, disiksa lalu CCTV ditemukan belakangan. Setelah dilihat CCTV-nya, bisa saja pelakunya bukan yang ditangkap itu,” jelas Toni. (SLE)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan