banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Antisipasi Kekeringan: Petani Kuningan Disarankan Beralih ke Komoditas Tahan Kering

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Seiring memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan mengimbau para petani untuk menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air guna menekan risiko gagal panen akibat kekeringan. Langkah ini sejalan dengan prakiraan BMKG yang menyebutkan sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada di puncak musim kemarau dengan kondisi yang cenderung lebih kering dibandingkan biasanya.

banner 728x250

Perhatian khusus difokuskan pada wilayah tadah hujan serta daerah yang memiliki keterbatasan sumber air. Wilayah-wilayah tersebut dinilai lebih rentan mengalami penurunan pasokan air, sehingga petani diimbau lebih cermat dalam menentukan waktu serta jenis tanaman yang akan dibudidayakan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menegaskan bahwa keputusan memulai musim tanam harus didasarkan pada kondisi riil di lapangan, terutama ketersediaan sumber air.

“Keputusan menanam harus didasarkan pada kondisi ketersediaan air. Jangan memaksakan menanam padi apabila sumber air tidak mencukupi. Risiko puso akan jauh lebih besar apabila tanaman tidak memperoleh pasokan air yang cukup selama masa pertumbuhan,” tegas Wahyu, Selasa (4/8/2026).

Penyesuaian pola tanam dinilai sebagai strategi adaptasi yang paling rasional untuk menjaga produktivitas sekaligus meminimalkan kerugian petani. Oleh karena itu, petani disarankan beralih ke komoditas yang lebih toleran terhadap kondisi kering, seperti jagung, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, maupun tanaman palawija lainnya yang sesuai dengan karakteristik lahan masing-masing.

Sementara itu, bagi petani yang telah menanam padi dan masih memiliki sumber air di sekitar lahan, pemerintah daerah menyiapkan dukungan berupa peminjaman pompa air kepada kelompok tani sesuai ketersediaan.

“Kami mengupayakan agar tanaman yang masih dapat diselamatkan memperoleh tambahan pasokan air. Kelompok tani dapat berkoordinasi dengan UPTD Pertanian maupun Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan untuk mendapatkan pendampingan teknis maupun mengajukan peminjaman pompa air,” ujarnya.

Petani juga diimbau menggunakan air secara hemat dan efisien, menjaga saluran irigasi tetap berfungsi optimal, serta rutin memantau kondisi pertanaman selama musim kemarau berlangsung. Jajaran penyuluh pertanian bersama UPTD Pertanian akan terus memantau kondisi di lapangan, memberikan rekomendasi teknis, serta mendampingi petani dalam menentukan pola tanam yang paling sesuai dengan kondisi iklim dan ketersediaan air.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap risiko gagal panen dapat ditekan, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah senantiasa terpelihara di tengah puncak musim kemarau. Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun bantuan teknis dapat menghubungi UPTD Pertanian atau Balai Penyuluhan Pertanian terdekat. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan