banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Satu Puntung Rokok Bisa Hanguskan Ratusan Hektare Hutan, Bupati Kuningan Ingatkan Pentingnya Kewaspadaan

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Polres Kuningan resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat saat puncak musim kemarau.

banner 728x250

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan dihadiri Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Barat Anne Hermadianne Adnan, S.Sos., M.A., serta jajaran BPBD Kabupaten Kuningan, Kodim 0615/Kuningan, Pasukan Yonif, Perhutani, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, perangkat daerah terkait, tenaga kesehatan, relawan kebencanaan, hingga komunitas peduli lingkungan.

Dalam amanatnya, Bupati Dian menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang berulang setiap tahun tidak boleh lagi dianggap sebagai hal yang lumrah. Justru, hal itu harus menjadi pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

“Karhutla yang sering terjadi setiap tahun jangan dianggap biasa. Justru ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kewaspadaan. Kita tidak boleh menunggu api muncul dan membesar baru bergerak, tetapi harus mengedepankan mitigasi dan kesiapsiagaan,” tegas Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa Kabupaten Kuningan sebagai daerah konservasi dengan kawasan Gunung Ciremai memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan. Hutan bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan sumber air, rumah bagi keanekaragaman hayati, sekaligus warisan bagi generasi mendatang.

“Alam sebetulnya tidak pernah meminta untuk kita miliki, tetapi selalu meminta untuk kita jaga. Hutan yang kita selamatkan hari ini adalah napas yang akan memperpanjang kehidupan anak cucu kita di masa depan,” ujarnya menyentuh hati.

Bupati mengapresiasi inisiatif Polres Kuningan menggelar apel kesiapsiagaan lebih awal, sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan konsolidasi, pemetaan kekuatan personel, hingga pengecekan kesiapan sarana dan prasarana. Ia menegaskan bahwa penanganan Karhutla bukan urusan satu lembaga semata, melainkan tanggung jawab bersama.

“Kebakaran hutan bukan tugas satu institusi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Yang paling utama adalah kolaborasi, koordinasi, dan kebersamaan,” katanya.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang bertepatan dengan meningkatnya aktivitas pendakian Gunung Ciremai, Bupati Dian mengimbau para pendaki dan pecinta alam agar senantiasa berhati-hati. Ia mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan api unggun dalam keadaan menyala, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Satu puntung rokok saja bisa menghanguskan ratusan hektare hutan. Pohon yang tumbuh puluhan tahun bisa musnah hanya karena kelalaian sesaat. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat ikut bertanggung jawab menjaga hutan kita,” pesannya tegas.

Sementara itu, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama menegaskan seluruh personel dan peralatan telah disiapkan sepenuhnya untuk menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau. Langkah utama yang diutamakan adalah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi, namun pihaknya juga siap bertindak cepat apabila kebakaran terjadi.

“Kami bersama seluruh pemangku kepentingan siap melaksanakan pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan. Kami akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti dengan sengaja membakar hutan maupun lahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.

Melalui Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Karhutla Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, serta menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga kelestarian hutan sebagai aset tak ternilai bagi kehidupan bersama. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan