banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Bulan Dana PMI 2026 Berakhir: Akuntabilitas dan Respons Bencana Jadi Prioritas

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Rangkaian Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Aula Bank Bjb Cabang Kuningan pada Selasa (3/11/2026). Dari target Rp900 juta, PMI berhasil menghimpun Rp641.650.000 atau setara 71,2 persen.

banner 728x250

Acara penutupan dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Ketua PMI Kabupaten Kuningan Hj. Ika Siti Rahmatika, S.E., unsur Forkopimda, Dewan Kehormatan PMI, jajaran PKK, Dharma Wanita Persatuan, kepala perangkat daerah, pengurus PMI kecamatan, relawan, serta keluarga besar PMI Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan pesan yang mendalam dari pengalaman pribadinya sekitar 15 tahun lalu ketika menderita demam berdarah dengan trombosit sangat rendah. Saat itu ia menerima bantuan donor darah dari orang‑orang yang belum dikenalnya. Pengalaman itu membuatnya semakin memahami betapa berharganya setetes darah serta semangat kemanusiaan yang tidak memandang latar belakang.

“Saya betul‑betul merasakan berharganya tetesan darah dan pertolongan dari orang yang mungkin tidak kita kenal sebelumnya. Kemanusiaan ini memang tidak memandang kenal atau tidak kenal, apalagi suku, agama, ras, maupun politik,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan kebencanaan di Kabupaten Kuningan semakin kompleks. Selain banjir dan tanah longsor, wilayah ini juga menghadapi ancaman karhutla serta angin puting beliung. Sebagai contoh, angin puting beliung telah berdampak pada sekitar 10 desa di lima kecamatan, termasuk Desa Mekarsari Kecamatan Maleber yang menyebabkan puluhan rumah rusak. Karena itu PMI harus terus memperkuat respons cepat terhadap masyarakat yang terdampak.

Bupati Dian juga mendorong kemitraan strategis antara PMI, Baznas, dan Pemerintah Daerah. Menurutnya, ketika terjadi kejadian mendadak atau force majeure yang belum tercover APBD, PMI dan Baznas dapat menjadi penyangga kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan.

“PMI dan Baznas harus menjadi mitra strategis Pemda. Ketika keadaan mendadak tidak bisa tercover APBD, di sanalah PMI dan Baznas harus bisa memberikan dukungan,” jelasnya.

Terkait capaian Bulan Dana yang mencapai 71,2 persen, Bupati menyampaikan apresiasi sekaligus mengingatkan bahwa pengelolaan dana harus berjalan akuntabel, transparan, dan terbuka. Hal ini menjadi kunci membangun kepercayaan masyarakat ke depan.

“Sekarang harga mati adalah pengelolaan keuangan secara akuntabel, transparan, dan terbuka sehingga membangkitkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Kuningan Hj. Ika Siti Rahmatika menyampaikan laporan bahwa meski belum mencapai target penuh, hasil Rp641.650.000 tersebut merupakan bukti ketulusan dan kepedulian Pemda, Forkopimda, perangkat daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, donatur, serta masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Bulan Dana bukan sekadar pengumpulan uang, melainkan gerakan solidaritas untuk membantu mereka yang membutuhkan. Selama periode kepengurusan 2021‑2026, PMI juga mencatat sejumlah capaian penting, antara lain akreditasi Paripurna Unit Donor Darah (UDD), izin operasional UDD, rehabilitasi gedung kantor yang berdiri sejak tahun 1953, pembenahan tata kelola keuangan, penambahan aset berupa akses jalan dan kendaraan, serta perbaikan manajemen kepegawaian.

Pada kesempatan tersebut PMI juga menyerahkan penghargaan kepada kecamatan dan instansi yang berperan dalam pengumpulan dana. Untuk tingkat kecamatan Kategori A diberikan kepada Jalaksana, Kuningan, dan Cilimus; Kategori B kepada Garawangi, Maleber, dan Cibingbin; Kategori C kepada Mandirancan, Ciwaru, dan Sindangagung; serta Kategori D kepada Selajambe, Kalimanggis, dan Pancalang. Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan menerima penghargaan untuk kategori dinas/instansi. Selain itu, sejumlah tokoh menerima Piagam Donor Darah sebagai apresiasi atas kepeduliannya.

Ika mengajak seluruh keluarga besar PMI untuk tetap menjunjung tinggi Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta menempatkan kepentingan kemanusiaan di atas segalanya.

Bupati Dian menutup kegiatan tersebut dengan harapan bahwa angka dana yang terkumpul bukanlah ukuran utama. Yang lebih penting adalah manfaat nyata serta kepercayaan masyarakat terhadap PMI Kabupaten Kuningan.

“Bukan seberapa besar angka yang kita peroleh, tetapi seberapa besar manfaat dan kepercayaan masyarakat kepada kita. Itu yang terpenting,” pungkasnya. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan