banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Diduga Pembukaan Lahan, Kebakaran di Gunung Panghegar Berhasil Dikendalikan — Danrem Tekankan Pentingnya Sinergi

 

Bingkaiwarta, PURWAKARTA — Kebakaran melanda kawasan lahan milik Perhutani dan Gunung Panghegar, tepatnya di Kampung Cipetir, Desa Cilalawi, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Kamis (20/8/2026). Api yang diperkirakan menghanguskan lahan seluas sekitar 5 hektare akhirnya berhasil dipadamkan berkat kerja sama sinergis antara TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, dan warga sekitar.

banner 728x250

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 12.15 WIB, ketika seorang warga melihat kepulan asap dan titik api di kawasan lahan kosong tersebut. Informasi segera disampaikan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. Tanpa menunggu lama, Babinsa langsung bergerak ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas Damkar.

Pukul 12.30 WIB, satu unit mobil Damkar Kecamatan Plered tiba di lokasi dan langsung menindaklanjuti pemadaman. Dukungan kemudian datang pada pukul 13.30 WIB berupa satu unit mobil Damkar Kabupaten Purwakarta untuk memperkuat upaya penanganan.

Berkat gotong royong seluruh unsur yang terlibat, seluruh titik api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB. Meski api sudah mati, hingga pukul 15.00 WIB petugas Damkar bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan dan siaga di lokasi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama agar tidak merambat ke jalur Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang berada di sekitar lokasi.

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., menegaskan bahwa kecepatan dan sinergi antar-unsur di lapangan menjadi kunci utama dalam menangani kebakaran lahan, terlebih di musim kemarau seperti saat ini.

“Yang paling utama adalah memastikan api segera dipadamkan, mencegah meluasnya kebakaran, serta melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar. Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci dalam penanganan kejadian seperti ini,” ujar Danrem 063/SGJ.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kebakaran diduga kuat terjadi akibat aktivitas pembukaan lahan untuk rencana penanaman singkong. Aparat terkait kini terus melakukan pendalaman dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Danrem juga mengimbau masyarakat agar tidak pernah membakar lahan untuk membuka areal pertanian, karena sangat berisiko memicu kebakaran yang meluas, membahayakan lingkungan, serta fasilitas umum di sekitarnya. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan