Bingkaiwarta, CIREBON – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Cabang Cirebon, Jawa Barat, melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Cirebon Kota, Rabu (12/6/2024).
Dalam aksi unjuk rasa tersebut puluhan petugas kepolisian tampak bersiaga di gerbang masuk Mapolres Cirebon Kota.
Aksi yang diwarnai saling dorong antara petugas kepolisian dan massa aksi itu dipicu oleh massa aksi yang memaksa masuk kedalam Mapolres Cirebon Kota, untuk menemui Kapolres Cirebon Kota.
Sebelumnya, puluhan mahasiswa tersebut melakukan longmarch dan membakar ban saat aksi unjuk rasa digelar.
Dalam aksinya, massa aksi menuntut petugas kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan yang menimpa Vina dan Eky pada tahun 2016 silam.
Salah satu koordinasi aksi, Gimnastiar, meminta agar petugas kepolisian harus mengedepankan keadilan dalam mengusut kasus pembunuhan Vina.
“Kami meminta dan mendorong aparat kepolisian yang menangani kasus ini (Vina) untuk mengedepankan keadilan dan kepastian hukum, karena perhari ini belum juga tercapai,” ujarnya kepada awak media.
Gimnastiar menilai, pada kasus pembunuhan Vina itu, terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh petugas kepolisian.
“Kami juga menilai ada indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh petugas kepolisian dari Cirebon Kota, kami belum bisa menyebutkan pelanggarannya, apakah pelanggaran etik atau HAM, karena kami melihat para tersangka di kasus Vina ini banyak yang mendapatkan tindakan kekerasan,” jelasnya.
Selain itu, Gimnastiar mengatakan, dalam pengungkapan kasus tersebut banyak intervensi dari pihak luar, yang membuat kasus itu sulit untuk diungkap.
“Kami menilai kasus ini banyak konspirasi dan juga ada intervensi dari pihak luar, dari tahun 2016 hingga saat ini, kasus tersebut belum juga selesai,” imbuhnya.
Gimnastiar berharap, petugas kepolisian dapat segera mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa Vina dan Eky.
“Apapun caranya, kapan pun selesainya, kami harap secepatnya harus selesai, kami cukup jengkel, kasus ini terkesan lempar-lemparan. Kami bisa bernapas sedikit karena hari ini Rudiana telah dipanggil ke Mabes (Polri) dan juga telah diperiksa,” kata Gimnastiar. (SLE)













