banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Kapolda Jabar di Kuningan: Lawan Begal dan Kejahatan Bersama, Keamanan Bukan Tanggung Jawab Polisi Saja

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Upaya menjaga keamanan dan menekan angka kejahatan di Jawa Barat tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan kerja kepolisian semata. Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., saat berada di Kabupaten Kuningan, Selasa (11/8/2026), didampingi Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H.

Menurut Kapolda, setiap peristiwa kejahatan tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor pemicu yang saling berkaitan. Oleh karena itu, perang terhadap aksi kejahatan termasuk begal menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga, sekolah, dan lingkungan tempat tinggal.

banner 728x250

“Setiap kejadian kejahatan itu tidak berdiri sendiri, pasti ada faktor-faktor pemicu yang lain. Perang terhadap kejahatan, termasuk begal, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Kapolda menyoroti kecenderungan belakangan ini di mana sejumlah pelaku kejahatan didominasi oleh kalangan remaja yang masih berusia sekolah. Kondisi ini membuat kepedulian orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan melanggar hukum.

“Beberapa peristiwa dan beberapa pelaku ini didominasi anak-anak yang masih tergolong remaja dan masih sekolah. Karena itu, kita dorong kepedulian semua pihak. Bukan hanya pemerintah yang peduli, tetapi orang tua juga harus peduli,” tegasnya.

Selain keluarga, peran sekolah dan warga lingkungan juga dinilai sangat strategis. Kapolda mengajak masyarakat untuk tidak bersikap pasif, melainkan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas atau perilaku yang mencurigakan di lingkungannya. Semangat kebersamaan ini pun sejalan dengan tagline baru Polda Jawa Barat, yakni JAWARA, yang dimaknai sebagai semangat bersama untuk menjaga dan merawat Jawa Barat, bukan sekadar slogan institusi kepolisian.

Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan bahwa sebelum menjabat, pihaknya telah melakukan pemetaan situasi keamanan yang melibatkan sekitar 10.000 responden di seluruh Jawa Barat, termasuk di setiap kabupaten dengan karakteristik persoalan yang berbeda. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar Polda Jabar dalam merespons berbagai keresahan masyarakat, salah satunya maraknya aksi begal.

“Harapan-harapan masyarakat bagaimana ke depan menjaga dan merawat Jawa Barat ini dengan berbagai macam keresahan yang harus kita tanggulangi. Kita akan serius menjawab harapan-harapan masyarakat,” ujarnya.

Meski jajaran kepolisian telah aktif melakukan pengungkapan dan penangkapan pelaku begal, Kapolda menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan tidak akan optimal jika hanya dibebankan kepada polisi.

“Kita akan lawan begal bersama-sama karena keamanan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Di luar penindakan kriminal, aspek sosial dan ekonomi juga menjadi fokus perhatian. Kapolda menilai bahwa keberhasilan pemerintah membuka lapangan pekerjaan dan menekan angka pengangguran turut berpengaruh besar terhadap terciptanya keamanan yang kondusif. Oleh sebab itu, kepolisian akan terus mendorong berbagai program pembangunan pemerintah, termasuk penguatan kelompok tani dan kelompok masyarakat, guna membuka peluang kerja sekaligus menurunkan potensi persoalan sosial.

Selain persoalan kriminalitas dan sosial-ekonomi, Polda Jawa Barat juga menempatkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai prioritas perhatian, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki kawasan hutan dan pegunungan, termasuk Kabupaten Kuningan. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan