banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Liga Akbar Beberkan Pertemuan Vina dan Eky Sebelum Peristiwa Tragis Terjadi

Bingkaiwarta, CIREBON – Kasus pembunuhan yang menimpa Vina dan Eky pada tahun 2016 lalu, masih menjadi misteri. Namun setelah kasus itu kembali viral, satu persatu saksi dalam kasus tersebut mulai bermunculan.

Salah satunya yakni, Liga Akbar yang merupakan teman dari almarhum Muhammad Rizky Rudiana alias Eky, yang menjadi saksi kunci dalam perkara tersebut.

banner 728x250

Saat ditemui di kantor salah satu kuasa hukum Pegi Setiawan, Liga Akbar menceritakan keberadaan Eky sebelum peristiwa pembunuhan menimpanya.

“Ya awalnya pada tanggal 27 Agustus 2016 siang itu saya dan almarhum Eky di Majalengka (rumah Eky), ke Majalengka itu Eky satu motor, saya satu motor sendiri, kami berdua juga sudah izin (pulang) ke ibunya Eky karena saya mau sekolah perhotelan,” ungkapnya kepada bingkaiwarta.co.id, Minggu (16/6/2024).

Selain berkunjung ke rumah Eky, Liga Akbar dan Eky sempat menghadiri rapat organisasi di Majalengka sebelum kembali ke Cirebon.

“Selain itu, ada juga rapat organisasi di Majalengka dan kami akhirnya pulang sampai warung depan SMAN 4 Cirebon sekitar jam setengah 4 sore,” ujarnya.

Setelah sampai di warung depan SMAN 4 Cirebon, Liga Akbar dan Eky bertemu dengan tiga temannya yang tengah menongkrong diwarung tersebut.

“Di warung kami nongkrong, selain sama Eky, kita juga ditemani tiga orang lainnya,yang inisialnya B, T dan L,” katanya.

Tak lama di warung itu, Liga Akbar melanjutkan, sekitar pukul 16.30 WIB, Eky meminta izin ingin menjemput Vina.

“Setelah itu, Eky izin pamit untuk jemput Vina, ninggalin kami yang masih nongkrong di warung sekira setengah 5 gak tahu jam 5 sore, saya lupa,” tambahnya.

Setelah menjemput Vina, Liga Akbar menjelaskan, Eky kembali ke warung di depan SMAN 4 Cirebon bersama Vina. Namun kedatangan Eky ke warung itu hanya untuk meminta rokok dan minum kopi, sebelum berangkat untuk menghadiri rapat organisasi.

“Setelah magrib, Almarhum Eky balik lagi ke warung bareng Almarhumah Vina. Di situ, Eky hanya minta rokok, ngopi sebentar terus dia izin untuk ngadirin rapat organisasi di Bumi Arumsari,” jelasnya.

“Nah sementara saya terus nongkrong di warung depan SMAN 4 Cirebon sampai jam 12 malam,” lanjut Liga.

Liga Akbar mengatakan, saat jam 24.00 WIB, ia mendapatkan kabar dari temannya, kalau Eky telah meninggal dunia. Ia pun bersama ketiga temannya yang sedang menongkrong, langsung mencari Rumah Sakit tempat Eky di evakuasi.

“Di jam 12 itu, saya dapat kabar dari teman inisial T, kalau almarhum Eky sudah gak ada. Di situ, saya dan 3 teman yang nongkrong itu langsung cari tahu ke rumah sakit terdekat dengan mendatangi rumah sakit Ciremai, tapi pas ke situ, gak ada, malah kami bertemu dengan teman bernama Hadi Ismanto. Kami pun akhirnya bergeser ke RSD Gunung Jati. Ternyata di sana (ruang jenazah dan IGD) sudah ramai,” ungkapnya.

Saat tiba di Rumah Sakit, Liga Akbar menuturkan, bahwa ia sempat dimintai keterangan oleh dokter, terkait identitas Vina dan Eky.

“Saya dimintai keterangan sama dokter setempat, menanyakan apakah ini almarhum Eky dan Vina. Lalu saya lihat Eky di kamar jenazah dan lihat Vina di IGD dan membenarkan keduanya Eky dan Vina,” tuturnya.

Setelah membenarkan identitas Vina dan Eky, Liga Akbar langsung mengabarkan peristiwa tersebut kepada Ibu Eky.

“Saya lalu menelpon Ibunya Eky, hingga akhirnya Ibunya datang ke Rumah Sakit. Setelah bertemu, saya disuruh Ibunya Eky untuk mengabarkan ke keluarganya Vina,” terangnya.

Saat di Rumah Sakit, Liga Akbar menjelaskan, bahwa kondisi Vina saat itu masih hidup. Ia pun langsung berangkat ke rumah Vina untuk memberitahukan kondisi Vina ke pihak keluarganya.

“Vina saat itu masih bernafas, dari rumah sakit, saya langsung meluncur ke rumah Vina. Setelah sampai di Kampung Samadikun (rumah Vina), ternyata di dekat rumah Vina juga sedang ada yang berduka,” jelasnya.

Saat tiba di rumah Vina, Liga Akbar bertemu dengan Nenek Vina. Kedatangan Liga Akbar ke rumah Vina sempat menimbulkan pertanyaan, pasalnya saat itu waktu telah melewati tengah malam.

“Saya langsung bertamu ke rumah Vina bertemu dengan neneknya, dan saya langsung diinterogasi, katanya ada apa malam-malam ke sini. Saya pun mengabarkan kalau Vina ada di rumah sakit. Tapi saya gak tega kalau harus menceritakan kondisi Vina, saya hanya ngomong kalau Vina di rumah sakit. Kemudian dari situ, saya balik lagi ke rumah sakit,” tutupnya. (SLE)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan