banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Omzet Turun Drastis, Paguyuban Pertokoan Siliwangi Menyesal Perpanjang Sewa Toko

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Sebanyak 40 Pemilik Pertokoan Siliwangi yang tergabung dalam Paguyuban Pertokoan Siliwangi melakukan audiensi dengan Pemkab Kuningan, di Ruang Rapat Linggajati Setda, Selasa (21/5/2024) sekira pukul 20.00 WIB.

Dalam audiensi tersebut, mereka menyampaikan berbagai keluhan terkait kebijakan Penataan Pusat Kota Kuningan yang berdampak pada relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan hilangnya area parkir pertokoan Siliwangi.

banner 728x250

Ketua Paguyuban Pertokoan Siliwangi, Iwan Kurniawan menyampaikan, bahwa pihaknya merasa terganggu atas kebijakan Pemkab terkait Penataan Kota Kuningan. Perekonomian mereka drastis mengalami penurunan. Bahkan tak hanya itu, ada sebagian pemilik toko yang sudah merumahkan pegawainya karena tak sanggup membayar gaji pegawai.

“Kita ingin perekonomian di jalan Siliwangi pulih kembali. Jujur saja, semenjak ada kebijakan tersebut, omset kita kehilangan sekitar 80% per toko,” ujar Iwan.

Disisi lain, pihaknya juga mengapresiasi penataan jalan Siliwangi menjadi indah dan cantik. Tapi menurutnya, keindahan itu menyisakan penyesalan atas kebijakan yang di nilai menguntungkan sepihak.

“Kalau tahu lahan parkir akan di hilangkan, terus terang kami menyesal telah memperpanjang sewa toko. Perlu diingat, kami 40 penghuni toko telah menyumbang PAD terbesar 20,7 milyar. Tapi apa yang kami dapat? Kita kehilangan omzet besar,” ungkap Iwan yang juga pemilik usaha Ayam Geprek Siliwangi.

Lain dengan Iwan, Dea dari Toko Netherland justru mempertanyakan apa tujuan dari proyek ini? Lalu stakeholder mana yang diuntungkan. Karena menurutnya, dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkab Kuningan jelas jelas sangat merugikan.

Asda II Setda Kuningan, Deden Kurniawan menjelaskan, bahwa konsep penataan Pusat Kota Kuningan, terutama Jalan Pertokoan Siliwangi, semua itu berdasar kajian, dan solusi relokasi PKL, kantong parkir, dan yang lainnya.

“Apa yang kita lakukan ini tidak ujug ujug, semuanya berdasarkan kajian. Penataan kota ini dinamis. Kita melaksanakannya berdasarkan amanah undang undang,” kata Deden.

Sementara itu, Sekda Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengatakan, aspirasi para pemilik Pertokoan Siliwangi akan dikaji. Yang pasti, penataan Ini tidak sekonyong-konyong, tapi hasil kajian ITB terkait penataan kota. Meskipun ada aspek-aspek lain, yang harus dipertimbangkan.

Diungkapkan Dian, dalam perubahan selalu ada resistensi tapi ada proses. Jalan Pertokoan Siliwangi awalnya ditutup, lalu dibuka kembali. Kantong-kantong parkir sudah disiapkan. Progresnya pun ada, meskipun tetap berproses seiring menyamakan persepsi semua pihak.

“Kita sadari perubahan itu kadang menyakitkan. Tapi kita harus sabar. Kita akan cari solusi yang sama sama mengenakan. Memang semuanya harus balance,” ungkap Dian.

Dian menegaskan, penataan kota ini untuk kepentingan semua. Pemilik toko tentu juga harus diperhatikan. Ia hanya ingin, jangan semua pihak merasa paling penting.

“Ini belum tuntas, masih ada evaluasi-evaluasi. Keputusan inipun kolektif, termasuk ada forkopimda. Akan kita kaji, kita evaluasi,” tandasnya. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan