banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

PDAM Siap Pasok Air Bersih Untuk Jemaah Calon Haji Di Embarkasi Indramayu

Bingkaiwarta, INDRAMAYU – Pasca inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh PJ Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, ke Embarkasi Haji Indramayu, Jawa Barat, terkait dengan kondisi air yang payau saat akan digunakan oleh jemaah calon haji (calhaj), Perumdam Tirta Darma Ayu (PDAM) Indramayu, akan memasok kebutuhan air bersih yang akan digunakan oleh para jemaah calhaj.

PDAM Indramayu siap memasok air bersih sebanyak lima liter perdetik atau setara dengan 340.000 liter perhari, yang akan digunakan oleh 1000 calhaj.

banner 728x250

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Ady Setiawan, menurutnya, pihak PDAM telah mempersiapkan jalur pipa dari Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, untuk mensuplai air baku ke Embarkasi Haji.

“Nah berangkat dari pengalaman tahun 2023 itu, kami sudah merencanakan di tahun 2024, apabila memang waktunya masih memungkinkan untuk penyerapan anggaran atau tersedia anggaran dari Provinsi kami siap untuk menambah pasokan air Embarkasi melalui jalur perpipaan, dari IKK (instalasi Kota Kecamatan) Lelea kurang lebih sekitar 5 liter per detik, itu membutuhkan biaya kurang lebih sekitar Rp 3 miliar,” ungkapnya kepada Beritasatu.com, saat ditemui di kantor PDAM Indramayu, Senin (7/5/2024).

Ady mengatakan, jika anggaran untuk kebutuhan air baku tidak sesuai, pihak PDAM akan mensuplai air bersih menggunakan tangki.

“Apabila memang tahun ini belum tersedia anggaran dari provinsi maupun dari pusat, maka kami masih siap untuk membantu dengan menggunakan suplai tangki,” katanya.

“Yang diminta oleh Jabar untuk mensuplai air di Embarkasi sebanyak 5 liter per detik. Untuk pipa jaringan air baru diusulkan apabila ada anggaran ya memang gunakan pipa, tapi kalau anggarannya tidak tersedia kami masih menggunakan tangki,” ucapnya.

Ady menjelaskan, jika suplai air menggunakan tangki, akan menghambat pengiriman dan berdampak pada jemaah calhaj yang akan menggunakan air bersih.

“Kalau tahun kemarin untuk air, kurang lebih habis sekitar Rp 200 jutaan, dan itu juga semuanya akhirnya menjadi CSR PDAM, karena memang tidak tersedia anggaran di pusat maupun di provinsi. Nah kalau tangki itu kan sifatnya hanya temporer, kemudian juga mobilitasnya sulit, karena dengan jumlah jemaah yang banyak, apalagi tahun ini dua kali lipat dari kemarin, kadang mobil tangki tidak bisa masuk, akhirnya jemaah menjadi kekurangan air,” jelasnya.

Ady berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat, dapat menganggarkan, pembangunan pipa air untuk mensuplai kebutuhan air di Embarkasi Haji Indramayu.

“Tapi tahun depan kami berharap itu bisa disediakan, sehingga kita sudah tidak menggunakan tangki, karena kalau tangki itu juga repot kemudian juga sangat terbatas,” harapnya. (SLE)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan