banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Respons Kewaspadaan Vulkanik, BAZNAS Bekali Warga Sangkanherang Pengetahuan Mitigasi Bencana

Bingkaiwarta, JALAKSANA – Meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana menjadi prioritas penting, khususnya bagi wilayah yang berada di kawasan rawan seperti lereng Gunung Ciremai. Menyikapi hal tersebut, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Kuningan menggelar sosialisasi Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Sangkanherang, Kecamatan Jalaksana, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Kuningan sekaligus respons nyata atas Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 500.10.2.1/25/PEREKONOMIAN/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Aktivitas Vulkanik Gunung Ciremai. Melalui program ini, warga dibekali pemahaman dan kemampuan dasar agar mampu bersikap sigap dan bertindak mandiri saat menghadapi risiko bencana.

banner 728x250

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, menjelaskan Program KATANA adalah salah satu bentuk pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang menyentuh langsung aspek kemanusiaan dan kebencanaan.

“BAZNAS tidak hanya bergerak menghimpun, namun juga mendistribusikan dana ZIS untuk kemaslahatan umat. Program Kampung Tanggap Bencana ini adalah wujud nyata kehadiran lembaga dan kepedulian sesama bagi warga yang tinggal di wilayah berisiko,” ujar Yusron.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan bencana adalah ikhtiar yang wajib dilakukan bersama. “Meskipun segala musibah dan ketentuan ada di tangan Allah SWT, sebagai manusia yang berakal kita harus tetap waspada dan berupaya meminimalkan risiko. Kewaspadaan itulah yang kami wujudkan melalui pembekalan ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Yusron juga mengajak masyarakat yang mampu untuk segera menunaikan zakat atau memperbanyak infak dan sedekah. “Bagi yang belum berzakat, mari segera tunaikan kewajibannya. Jika belum memenuhi syarat zakat, perbanyaklah infak. Insyaallah, kebaikan ini menjadi ikhtiar penolak bala bagi kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, sangat mengapresiasi langkah inisiatif BAZNAS Kuningan. Menurutnya, masyarakat di kawasan rawan bencana membutuhkan empat hal utama: kesadaran risiko, ketangguhan, pengetahuan, serta kemampuan merespons bencana dengan tepat.

“Kita hidup di wilayah yang berpotensi rawan bencana, sehingga mitigasi sejak dini sangat krusial. Sinergi antara BPBD dan BAZNAS melalui Program KATANA ini sangat memperkuat upaya kita membangun budaya sadar bencana di tingkat akar rumput,” ungkap Indra.

Kepala Desa Sangkanherang, Ahmad Suteja, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Desa kami berada di ujung wilayah Kecamatan Jalaksana dan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Ciremai. Pembekalan seperti ini sangat kami butuhkan agar warga tidak panik dan tahu langkah yang harus diambil jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Program KATANA sendiri merupakan program nasional BAZNAS RI yang dilaksanakan bertahap di berbagai daerah. Tujuannya membangun ketangguhan berbasis komunitas melalui edukasi, pelatihan, dan penguatan kapasitas warga dalam mengurangi risiko bencana di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian Asep Z. Fauzi, Pimpinan Bidang SDM Abdul Jalil Hermawan, Pimpinan Bidang Keuangan Adang Romadona, Komandan BTB Kabupaten Kuningan Moh. Entus, jajaran Forkopimcam Jalaksana, serta tokoh masyarakat setempat.

Diharapkan, melalui sosialisasi ini warga Desa Sangkanherang dan sekitarnya semakin siap, tangguh, dan saling bergotong royong dalam menghadapi segala kemungkinan bencana. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan