banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Sinergi Pemerintah dan Dompet Dhuafa, 198 Mualaf di Kuningan Terima Pembinaan Menyeluruh

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan secara resmi mendukung penuh penguatan pembinaan bagi para mualaf melalui peresmian Program Pembinaan Mualaf Indonesia Dompet Dhuafa (PEMULIA DD) Wilayah Kuningan. Acara peluncuran digelar di Teras Pendopo Bupati Kuningan, Rabu (29/7/2026), diselenggarakan oleh Corps Dai Dompet Dhuafa (CORDOFA) bersama Yayasan MUKMIIN.

banner 728x250

Kegiatan ini menjadi tonggak penting kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga mencakup pendampingan sosial hingga pemberdayaan ekonomi bagi para mualaf. Peresmian dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, Dompet Dhuafa, Baznas, organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga kemualafan, tokoh agama, serta para mualaf dari berbagai wilayah di Kuningan.

Koordinator Mualaf Kuningan, Dede Supriadi, menjelaskan program ini dirancang secara menyeluruh dengan prioritas utama memperkuat pondasi akidah dan pemahaman tauhid, sebelum melangkah ke pembinaan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 198 jiwa mualaf telah dibina dan mulai mandiri melalui program ini, yang tersebar di enam wilayah binaan: Peuteuy Jogol Subang, Gunung Aci Subang, Gunung Pugag Subang, Mayasih Cigugur, Sukamulya, serta Cibunut dan Tanggung.

“Alhamdulillah, sinergi dengan tokoh masyarakat, ormas, dan pemerintah daerah berjalan sangat baik. Kami juga terus berupaya menumbuhkan regenerasi, hingga kini telah lahir mualaf baru yang kemudian berperan menjadi dai bagi lingkungannya,” ujar Dede kepada Bingkai Warta.

Lebih jauh, Dede menyampaikan harapan besarnya ke depan terkait keberlanjutan program ini. Ia berharap jangkauan PEMULIA DD semakin meluas hingga ke pelosok desa di seluruh Kabupaten Kuningan, sehingga tidak ada satu pun saudara kita yang baru masuk Islam merasa kesepian atau kesulitan dalam memahami agama.

“Harapan kami, program ini tak berhenti di sini. Semoga ke depannya kami bisa merangkul lebih banyak lagi mualaf di seluruh penjuru Kuningan, membentuk mereka menjadi pribadi yang tak hanya kuat imannya, tapi juga mandiri secara ekonomi, bermanfaat bagi keluarga, dan menjadi contoh baik di tengah masyarakat. Kami juga berharap dukungan sinergi dari semua pihak terus terjalin erat, agar proses pendampingan ini berjalan berkelanjutan hingga mereka benar-benar tegak berdiri sendiri,” tambahnya dengan penuh harap.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran program ini yang dinilai sejalan dengan visi membangun masyarakat religius dan harmonis. Ia menegaskan prosesi syahadat hanyalah permulaan, sehingga pendampingan terstruktur dan berkelanjutan menjadi keharusan.

“Masyarakat sering mengira proses selesai saat syahadat diucapkan. Padahal di situlah justru perjalanan sesungguhnya dimulai. Para mualaf kerap menghadapi tantangan pemahaman agama, adaptasi lingkungan, tekanan sosial, hingga kesulitan ekonomi. Karena itu, kita harus hadir menghadirkan ekosistem yang mendukung,” tegas Bupati.

Bupati menyoroti keunggulan PEMULIA DD yang tidak hanya memperkuat akidah, tetapi juga menyentuh pemberdayaan ekonomi, pendampingan sosial, hingga akses pendidikan. Terkait hal ini, ia mengumumkan alokasi beasiswa stimulan bagi 1.000 santri tahun 2026 juga terbuka bagi keluarga mualaf yang memenuhi syarat.

“Silakan berkoordinasi dengan Bagian Kesra. Kesempatan ini milik semua yang berhak, termasuk saudara kita dari keluarga mualaf,” jelasnya.

Lebih jauh, Bupati mengajak lembaga zakat dan seluruh elemen masyarakat mengelola dana ZIS secara profesional dan tepat sasaran agar menjadi instrumen pemberdayaan nyata. Ia juga akan mendorong optimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan ASN agar manfaatnya semakin luas dirasakan, termasuk bagi para mualaf.

Kepada para mualaf yang hadir, Bupati berpesan agar tetap teguh dan tidak merasa berjalan sendirian. “Kami bersama ulama, tokoh, dan dermawan akan terus mendampingi. Insyaallah kita tumbuh bersama menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Acara puncak ditandai dengan pemukulan angklung oleh Bupati Kuningan bersama jajaran Dompet Dhuafa dan tamu undangan, sebagai simbol resmi dimulainya komitmen bersama memperkuat pembinaan mualaf menuju kemandirian dan kesejahteraan. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan