Bingkaiwarta, KUNINGAN — Universitas Kuningan (Uniku) memperluas jejaring kemitraan di bidang literasi media dan penyiaran dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I Uniku, pada Kamis (1/10/2026), dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) bersama Fakultas Ilmu Komputer (FKOM) serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., didampingi Wakil Rektor IV, Dr. H. Haris Budiman, S.H., M.H., bersama Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si. Sementara itu, MoA dan IA ditandatangani oleh Dekan FKIP Uniku, Dr. Asep Jejen Jaelani, M.Pd., dan Dekan FKOM Uniku, Tito Sugiharto, M.Eng.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah Umum bertema “Pemahaman Literasi Media Bagi Masyarakat” yang diikuti ratusan mahasiswa FKIP dan FKOM Uniku.
Dalam sambutannya, Rektor Uniku menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terjalinnya kerja sama ini. Ia menekankan bahwa bagi Generasi Z yang hidup berdampingan dengan media sosial dan teknologi digital, literasi media bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar.
“Generasi Z ini sangat kental mengenal media sosial. Dengan media, kita bisa belajar tanpa batas dan memperoleh informasi yang dapat kita olah. Namun, kemudahan ini juga harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang baik,” ujar Dr. Anna Fitri Hindriana.
Secara khusus, Rektor menyoroti peran strategis kedua fakultas tersebut. Bagi mahasiswa FKIP, kemampuan literasi media menjadi bekal penting agar kelak dapat mengajarkan hal yang sama kepada peserta didik. Sementara bagi mahasiswa FKOM yang akan menjadi pengembang sistem dan algoritma, tanggung jawabnya tidak kalah besar — karena teknologi yang mereka bangun akan memengaruhi cara masyarakat memperoleh dan memandang informasi.
“Mahasiswa FKOM adalah calon pengembang sistem aplikasi dan algoritma yang nanti akan memengaruhi pandangan masyarakat terhadap suatu fenomena di media. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menggunakan maupun mengembangkan teknologi digital,” tegasnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam membangun kesadaran digital yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab di kalangan civitas akademika maupun masyarakat luas. (Abel)













