banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Tekan Stunting, Desa Padarek Tegaskan Komitmen Lewat Forum Rembuk Stunting

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Masalah stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis masih menjadi tantangan utama pembangunan sumber daya manusia. Kondisi ini tak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga menurunkan kualitas kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Oleh karena itu, penanganannya memerlukan gotong royong seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga keluarga.

Menegaskan komitmen tersebut, Pemerintah Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, menyelenggarakan kegiatan Rembuk Stunting di Aula Kantor Desa setempat, Rabu (24/6/2026). Forum ini menjadi wadah menyatukan langkah dan memperkuat sinergi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

banner 728x250

Kegiatan dihadiri Sekretaris Kecamatan Kuningan Een Rustendi, Kepala Puskesmas Kuningan, Kepala Desa Padarek Nana Sukmana, Ketua BPD Sunarma, bidan desa, perwakilan UPTD, pendamping desa, serta kader Posyandu.

Kepala Desa Padarek Nana Sukmana menyampaikan kabar menggembirakan terkait perkembangan di desanya. “Alhamdulillah, angka stunting di Desa Padarek terus menurun, dari 15 kasus menjadi 11 anak. Dengan kesungguhan bersama, kami optimis bisa mencapai target nol stunting,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Rembuk Stunting adalah bagian dari program nasional, dan keberhasilan yang diraih berkat kesadaran masyarakat serta peran aktif kader. “Kami berharap kader terus semangat mengedukasi warga, bukan hanya soal gizi, tapi juga kesehatan lingkungan dan keluarga berencana,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua BPD Desa Padarek Sunarma menegaskan pentingnya forum ini karena menyangkut masa depan generasi penerus. “Kesehatan dan tumbuh kembang anak adalah pondasi utama, sehingga perhatian khusus mutlak diperlukan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Kuningan Een Rustendi memberikan apresiasi atas konsistensi Desa Padarek menggelar kegiatan ini setiap tahun. Menurutnya, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan asupan gizi, melainkan harus dibarengi lingkungan yang bersih dan sehat sejak masa kehamilan.

“Keberhasilan ini butuh kerja sama semua pihak. Mari kita terus perkuat langkah-langkah nyata, hingga akhirnya kita tuntaskan stunting sepenuhnya di Desa Padarek maupun secara nasional,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pendamping desa dan Puskesmas serta diskusi kelompok untuk merumuskan rencana tindak lanjut yang lebih konkret. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan