banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Tetap Waspada! Belum Terpapar, BPBD Kuningan Pantau Pergerakan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik. Meski demikian, hingga Senin (7/9/2026), Kabupaten Kuningan masih dalam kondisi aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan memastikan belum menerima laporan adanya wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, yang akrab disapa Ibe, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk kemungkinan pergerakan abu vulkanik ke wilayah Jawa Barat.

banner 728x250

“Kabupaten Kuningan sampai saat ini belum terlaporkan adanya wilayah yang terdampak, terutama dengan keberadaan abu vulkanik. Sampai saat ini situasi masih cukup aman,” ujar Ibe.

Menurut Ibe, BPBD Kuningan juga mengikuti koordinasi secara daring bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat yang membidangi penanganan kebencanaan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk membahas langkah antisipasi dan mitigasi yang perlu disiapkan pemerintah daerah menghadapi kemungkinan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ibe mengatakan kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan meskipun sampai saat ini belum ada laporan abu vulkanik mencapai wilayah Kuningan. Kondisi cuaca dan arah angin menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan abu vulkanik apabila aktivitas erupsi mengalami peningkatan.

“Ini memang patut diantisipasi karena kita ketahui musim kemarau ini masih berlangsung. Kekuatan angin juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran abu vulkanik,” katanya.

Karena itu, BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah dan instansi terkait. Jika abu vulkanik mulai terdeteksi memasuki wilayah Kuningan, masyarakat diminta:

– Membatasi aktivitas di luar ruangan;

– Menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah;

– Menutup sumur dan tempat penampungan air untuk mengamankan sumber air bersih;

– Segera melaporkan indikasi sebaran abu vulkanik kepada pihak berwenang.

“Kalau memang terjadi, sebisa mungkin menghindari atau membatasi aktivitas di luar ruangan. Kalau harus berkegiatan di luar, gunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik agar tidak terhisap langsung,” jelas Ibe.

Laporan masyarakat sangat diperlukan agar kondisi di lapangan dapat segera diverifikasi dan langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila situasi membutuhkan intervensi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosial pribadinya turut meminta pemerintah daerah di wilayah yang berpotensi terdampak meningkatkan langkah mitigasi. Dedi juga meminta kepala sekolah di wilayah dengan intensitas sebaran abu yang tinggi mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

“Sehubungan dengan meningkatnya abu vulkanik, kami sampaikan untuk wilayah-wilayah yang intensitas sebaran abunya tinggi, kepala sekolah bisa melakukan pembelajaran di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Kuningan kembali menegaskan hingga saat ini belum ada wilayah di Kabupaten Kuningan yang terdampak. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sambil mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah dan instansi kebencanaan. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan