Bingkaiwarta, KUNINGAN – Untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan bergizi bagi masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan melakukan penyerahan bantuan pangan sebagai bagian dari hasil kegiatan analisis sistem kewaspadaan pangan dan gizi.
Bantuan ini disalurkan untuk mendukung kelangsungan gizi dan pemenuhan pangan bagi masyarakat. Kegiatan ini digelar di Desa Sukaraja Kecamatan Ciawigebang, kemarin. Bantuan pangan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar.
Sekda Dian mengapresiasi langkah Diskatan dalam melakukan kegiatan tersebut. Diharapkan melalui kegiatan ini, mampu mencegah kemungkinan terjadinya kasus rawan pangan/rawan gizi/stunting di masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Kegiatan ini sebagai stimulan, agar kedepannya ibu-ibu memberikan makanan bergizi untuk tumbuh kembang anak. Pemenuhan gizi anak menjadi prioritas untuk generasi cemerlang dalam pembangunan berkelanjutan,” ungkap Dian.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah nyata sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan, bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Menurut Wahyu sistem kewaspadaan pangan dan gizi merupakan sistem pendeteksian dini (early warning system) terhadap kemungkinan terjadinya kasus kekurangan pangan dan gizi yang harus diantisipasi sedini mungkin melalui kegiatan intervensi pemberian bantuan bahan pangan.
“Bantuan bahan pangan yang diberikan untuk Desa Sukaraja sebanyak 88 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Masing-masing RTS mendapatkan beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, susu UHT 1 liter, abon ayam 1.250 gram, gula pasir 1 kg dan telur 1 kg,” ujar Wahyu.
Perlu diketahui, acara ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah melalui Diskatan untuk menghilangkan kasus stunting di Desa Sukaraja.
“Semoga menjadi awal yang baik bagi peningkatan gizi anak dan balita di Desa Sukaraja,” ungkap Wahyu. (Abel/hms)













