Bingkaiwarta, KUNINGAN – Kabupaten Kuningan bersiap menyambut ajang baru yang memadukan olahraga, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif: Kuningan Angklung Run September 2026. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkuat konsep wisata olahraga atau sport tourism di Kabupaten Kuningan dengan nuansa yang tak ditemukan di tempat lain.
Mengusung tema “Mentransformasi Warisan Budaya Menjadi Episentrum Sport-Tourism Jawa Barat”, ajang ini berbeda dari lomba lari pada umumnya. Sepanjang lintasan yang dilalui, peserta akan disuguhi pertunjukan angklung interaktif di setiap titik kilometer. Bahkan, warga desa sekitar tidak hanya menjadi penonton, tetapi dilibatkan langsung sebagai pelaku seni budaya yang memeriahkan jalannya lomba.
Keunikan lain terlihat dari medali yang diterima peserta, yang seluruhnya terbuat dari bambu hasil karya pengrajin lokal Kuningan.
Perwakilan penyelenggara Love View Production, yang juga Pembina UMKM mewakili UKM IKM Nusantara Linda Kartika Dewi,S,IP., menjelaskan konsep ini disusun untuk memberi pengalaman berkesan sekaligus membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Hal ini disampaikannya usai bertemu Bupati Kuningan di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2026).
“Kami ingin menghadirkan acara yang berbeda. Kuningan Angklung Run bukan sekadar lari, melainkan ruang kolaborasi olahraga, budaya, pariwisata, UMKM, dan seniman lokal. Peserta berlari, menikmati seni, sekaligus membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” ujar Linda.
Penyelenggara juga membuka peluang luas bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk unggulan mereka di lokasi acara. Diharapkan kedatangan ribuan peserta dari berbagai daerah akan memberi dampak positif bagi sektor penginapan, kuliner, hingga kerajinan tangan.
“Peserta yang datang tentu akan menginap, berbelanja, menikmati makanan khas, dan mengenal tempat wisata Kuningan. Inilah manfaat berantai yang ingin kami bangun,” tambahnya.
Lebih jauh, acara ini diharapkan menjadi agenda tahunan berskala nasional, sekaligus wadah pengembangan ekosistem berkelanjutan bagi seniman, pengrajin bambu, dan pelaku ekonomi kreatif.
“Kami berharap Kuningan Angklung Run menjadi kebanggaan bersama, sekaligus memperkenalkan kekayaan identitas Kuningan ke seluruh Indonesia. Pada akhirnya, ini akan menjadikan Kuningan sebagai salah satu pusat wisata olahraga berbasis budaya di Jawa Barat,” tutup Linda. (Abel)













