banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Rentetan Tanah Longsor Gulingkan Kuningan, 6 Kecamatan Terdampak, Akses Jalan dan Rumah Terancam

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kabupaten Kuningan dalam beberapa hari terakhir memicu rentetan kejadian tanah longsor di sejumlah kecamatan. Di beberapa titik, material longsoran menutup akses jalan warga, sementara beberapa bangunan yang sudah lapuk mengalami kerusakan hingga bagian atap dan dapur ambruk.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangkaian kejadian tersebut. Namun, kerusakan infrastruktur serta ancaman terhadap rumah warga cukup signifikan.

banner 728x250

“Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama menjadi pemicu longsor di beberapa desa. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tetapi sebagian rumah terdampak hingga bagian dapur dan ruang tamu mengalami kerusakan berat bahkan ambruk,” ujarnya pada Jumat (13/2/2026).

Di Desa Cimulya, Kecamatan Cimahi, sedikitnya enam titik tebing mengalami longsor. Salah satunya adalah tebing setinggi 10 meter yang menutup akses jalan lingkungan penghubung menuju SMPN Satap Cileuya di Dusun Pahing. Longsoran juga mengancam sejumlah rumah warga milik Darkim (60), Warta (71), Rasem (80), Casid (42), Usa (60), dan Karsidi (70). Selain itu, sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah milik Wasta (60). Secara keseluruhan, empat rumah terancam, tiga halaman rumah tertutup material longsor, dan akses jalan sempat tidak dapat dilalui.

Di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru, tanah di bagian belakang rumah milik Warni (75) longsor hingga mengancam area dapur. Tembok Penahan Tanah (TPT) jalan desa di Dusun Cimanggang juga ambruk di dekat jembatan penghubung antar dusun. Sementara itu, rumah semi permanen milik Suatma (80) mengalami kerusakan pada bagian dapur akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan diguyur hujan deras.

Di Desa Margacina, Kecamatan Karangkancana, longsor menimpa TPT jalan desa sepanjang sekitar 10 meter dengan tinggi 5 meter. Tebing milik Perhutani juga longsor dan menutup sebagian akses jalan desa serta saluran air. Akibatnya, tiga titik TPT jalan mengalami kerusakan dengan total panjang terdampak mencapai kurang lebih 50 meter.

Bencana serupa terjadi di Desa Linggaindah, Kecamatan Cilimus, di mana TPT halaman samping rumah milik Dede Suherman (48) sepanjang sekitar 10 meter longsor. BPBD telah mengirimkan tim assessment dan mengimbau pemilik rumah untuk sementara mengungsi saat hujan turun guna mengantisipasi longsor susulan. Saat ini, korban tinggal sementara di rumah saudara.

Di Desa Kananga, Kecamatan Cimahi, satu unit rumah semi permanen berukuran 15×12 meter milik Arni (56) mengalami kerusakan berat hingga bagian ruang tamu ambruk. Hujan deras memperparah kondisi bangunan yang sudah lapuk, sehingga korban untuk sementara tinggal di rumah kerabat.

BPBD bersama aparat desa, kecamatan, TNI, dan Polri telah melakukan koordinasi serta pembersihan material longsor di sejumlah titik terdampak. Warga juga aktif berpartisipasi dalam kerja bakti untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di masa mendatang.

“Kami minta warga berhati-hati, terutama yang tinggal di kawasan dekat tebing atau bantaran sungai. Jika ada tanda-tanda potensi longsor, segera laporkan ke pihak berwenang agar bisa ditangani dengan cepat,” pungkasnya. (Rie)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan