banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Kabupaten Kuningan Perkuat Hilirisasi Pertanian, Panen Jagung Pakan Dorong Kemandirian Pangan

Bingkaiwarta, CIAWIGEBANG – Pemerintah Kabupaten Kuningan memperkuat hilirisasi sektor pertanian dengan mengembangkan jagung pakan sebagai komoditas strategis penopang industri peternakan lokal. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan bahan baku pakan sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Penguatan pengembangan komoditas tersebut ditandai dengan kegiatan panen jagung pakan di lahan BUMDes Nanjung Holtikultura, Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang, pada Sabtu (27/2/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah.

banner 728x250

Berdasarkan data resmi dinas terkait, pada tahun 2025 luas tanam jagung di Kabupaten Kuningan mencapai 3.189 hektare dengan luas panen 3.039 hektare. Total produksi tercatat 17.556 ton dengan produktivitas rata-rata 57,83 kuintal per hektare.

Pada periode Januari–Februari 2026, luas tanam tercatat 83 hektare dengan luas panen 1.489 hektare, menghasilkan produksi sebanyak 8.015 ton dengan produktivitas rata-rata 53,83 kuintal per hektare. Angka ini menunjukkan keberlanjutan produksi yang tetap terjaga pada awal tahun dan menjadi fondasi untuk meningkatkan capaian produksi sepanjang tahun 2026.

Dr. Wahyu Hidayah menegaskan bahwa jagung pakan memiliki posisi vital dalam ekosistem pangan karena menjadi komponen utama pakan ternak, terutama untuk unggas dan ruminansia.

“Jagung pakan bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi bagian dari rantai ketahanan pangan. Ketika pasokan jagung stabil, industri peternakan akan lebih kuat dan harga produk protein hewani di masyarakat dapat lebih terkendali,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan jagung pakan di tingkat desa merupakan bagian dari strategi hilirisasi pertanian yang mengintegrasikan subsektor tanaman pangan dengan peternakan dalam satu sistem produksi berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

“Kita membangun pertanian terintegrasi. Produksi jagung dikelola oleh petani desa, dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan, dan pada akhirnya menopang ketersediaan protein hewani masyarakat. Ini merupakan langkah konkret menuju kemandirian pangan daerah,” tegasnya.

Panen di Desa Geresik juga menunjukkan peran penting kelembagaan desa melalui BUMDes dalam mengelola potensi komoditas secara produktif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani menjadi faktor kunci dalam menjaga produktivitas komoditas tersebut.

Kepala Desa Geresik, Farman (dikenal sebagai Ipong), menyampaikan bahwa pendampingan teknis sejak masa tanam hingga panen memberikan dampak signifikan terhadap hasil produksi dan semangat petani lokal.

“Pendampingan yang berkelanjutan membuat petani lebih optimistis. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis desa,” ujarnya.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen untuk memperluas pengembangan jagung pakan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pangan daerah serta mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.

“Produktivitas harus terus dijaga. Pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor inilah yang menjadi fondasi ketersediaan pangan masyarakat,” pungkas Wahyu. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan