banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Polresta Cirebon Bongkar Produksi Upal Senilai Rp 12 Miliar

Polresta Cirebon Bongkar Produksi Upal Senilai Rp 12 Miliar

Bingkaiwarta, CIREBON –Satreskrim Polresta Cirebon berhasil membongkar produksi besar peredaran uang palsu senilai Rp12 miliar.

 

banner 728x250

Seorang pelaku dibekuk saat tengah mencetak uang palsu di sebuah rumah di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

Penggerebekan ini dilakukan tepat menjelang Idulfitri, saat kebutuhan uang tunai masyarakat meningkat tajam.

 

Dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026), Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengungkapkan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas di lokasi tersebut.

 

“Anggota kami langsung bergerak dan berhasil mengamankan satu tersangka yang tertangkap tangan sedang mencetak uang palsu,”ungkapnya.

 

Dari lokasi, menurut Kapolresta Cirebon, polisi menemukan tumpukan uang pecahan Rp100 ribu yang sudah menyerupai uang asli. Sebagian sudah dipotong, sementara lainnya masih berupa lembaran besar siap produksi. Tak hanya itu, pihaknya juga menyita puluhan rim kertas khusus, serta berbagai alat produksi canggih seperti mesin cetak offset, printer, hingga perangkat pendukung lainnya.

 

“Kalau ini sempat beredar, nilainya mencapai Rp12 miliar. Ini sangat berbahaya bagi perekonomian masyarakat. Tersangka berinisial S, kini harus menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

 

Sementara itu, Deputi KPw Bank Indonesia Cirebon, Himawan memastikan bahwa meski tampak mirip, uang palsu tersebut tetap memiliki perbedaan mendasar dengan uang asli.

 

“Dari bahan sudah berbeda. Uang asli berbasis serat kapas, sementara ini kertas biasa yang dimodifikasi,” ucapnya.

 

Ia menambahkan, pelaku juga mencoba meniru fitur keamanan seperti hologram dan benang pengaman, namun gagal menyamai teknologi asli.

 

“Kalau dilihat dengan alat seperti sinar ultraviolet, langsung terlihat perbedaannya,” jelasnya.

 

Himawan meminta masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat transaksi tunai meningkat menjelang Lebaran.

 

“Gunakan metode 3 D yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang untuk memastikan keaslian uang,”pungkasnya.

 

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa peredaran uang palsu masih menjadi ancaman serius, terutama di momen rawan seperti Idul Fitri. (ARL)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan