Bingkaiwarta, CIBINGBIN – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh santri-santri Pondok Pesantren Al-Khoeriyah, Cibingbin. Dalam ajang bergengsi Al-Multazam Islamic & Creative Competition tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026, kontingen dari lembaga ini tampil sangat dominan dengan menyapu bersih gelar Juara 1 di tiga kategori berbeda pada cabang lomba Pioneering.
Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan sesaat, melainkan bukti konsistensi dan kualitas pembinaan yang matang. Sebelumnya pada tahun 2025, Dewan Penggalang SMP IT Al-Khoeriyah juga telah mencatatkan sejarah manis dengan meraih Juara 1 dan Juara Harapan 1 pada event Aresta ke-20. Kini, posisi mereka sebagai salah satu pondok pesantren dengan kekuatan kepanduan terbaik di Jawa Barat semakin tak terbantahkan.
Daftar Pahlawan Prestasi
Tiga piala bergilir yang berhasil dibawa pulang kali ini masing-masing diraih oleh:
✅ SMP IT Al-Khoeriyah Kategori Putra
Muhammad Nizar Azzam Gimawan, Muhammad Satria Madakaripura, Nizam Abdurahman, Fahmi Ahmad, dan Al Zihad Aradea.
✅ SMP IT Al-Khoeriyah Kategori Putri
Hanifatun Nur Zihan, Kharisma Yulianti, Lisna Aziyah, Alena Suci Hiprida, dan Arinal Haq.
✅ SMA IT Al-Khoeriyah Kategori Putra
Rifky Asauqy F, Azzam Fakhri Naufal, Bayu Saputra, Denis Subastian, dan Ibnu Hermawan.
Keseimbangan Ilmu dan Bakat
Mudir ‘Am Ponpes Al-Khoeriyah, Ustadz Lutfi Indra Setiyawan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam atas dedikasi para santri dan pembina.
Ia menegaskan bahwa visi lembaga yang dipimpinnya sangat jelas, yaitu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga tangguh dan berprestasi di berbagai bidang kehidupan.
“Visi kami di Al-Khoeriyah adalah memastikan santri tidak hanya matang secara spiritual dan keilmuan agama, namun juga memiliki daya saing tinggi sesuai minat dan bakatnya. Kami berkomitmen menjadikan pondok sebagai wadah eksplorasi potensi yang maksimal, termasuk dalam kecakapan kepanduan ini,” ujar Ustadz Lutfi, Senin (27/04/2026).
Lebih jauh ia berharap, rentetan prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga sekolah untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa, khususnya mengangkat nama Al-Khoeriyah di kancah nasional maupun internasional.
“Semoga tradisi juara ini terus terjaga dan menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya. (Abel)













