Bingkaiwarta, KUNINGAN – Sejalan dengan upaya pemerintah nasional dalam menekan angka prevalensi stunting, jaringan ritel Alfamart terus menunjukkan komitmennya melalui program sosial berkelanjutan bernama “Satu Telur Sehari”. Sejak diluncurkan pada tahun 2022, program ini secara konsisten memperluas jangkauan penerima manfaat sebagai wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya pada 2026, cakupan program ini semakin diperluas. Tahun ini, program hadir di 39 kota dengan target mendistribusikan lebih dari 510.000 butir telur bagi lebih dari 2.700 anak yang terindikasi mengalami stunting. Penyaluran dilakukan secara berkala selama tiga hingga enam bulan, bekerja sama dengan kader posyandu dan Dinas Kesehatan setempat yang juga bertugas memantau perkembangan tumbuh kembang anak penerima manfaat.
Salah satu wilayah yang turut menjadi sasaran program pada tahun ini adalah Kabupaten Kuningan. Kegiatan penyaluran dilaksanakan di Posyandu Seroja, Kecamatan Kramat Mulya, yang mencatat sebanyak 35 anak di wilayah tersebut mendapatkan manfaat dari program ini.
Menurut Kader Posyandu Seroja, Euis Tati, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa asupan makanan tambahan, tetapi juga disertai pembinaan bagi orang tua.
“Anak-anak yang terindikasi stunting mendapatkan tambahan asupan protein berupa satu butir telur setiap hari. Selain itu, kami juga memberikan pendampingan kepada orang tua mengenai pola asuh yang baik dan pentingnya pola makan seimbang. Program yang terlihat sederhana ini ternyata memberikan dampak yang sangat membantu pertumbuhan anak, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan,” ujar Euis, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa telur dipilih sebagai menu utama karena memiliki nilai gizi tinggi sebagai sumber protein hewani, harganya terjangkau, mudah didapatkan, serta praktis diolah menjadi makanan harian anak. Di samping distribusi telur, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan edukasi gizi dan pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan secara bersama-sama oleh tim kesehatan dan kader posyandu.
Perkembangan Program dari Tahun ke Tahun
Sejak pertama kali digulirkan, cakupan program “Satu Telur Sehari” terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, baik dari sisi wilayah maupun jumlah anak yang dibantu.
– Tahun 2022: Distribusi lebih dari 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kota.
– Tahun 2024: Penyaluran lebih dari 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kota.
– Tahun 2025: Distribusi melonjak menjadi lebih dari 189.000 butir telur untuk 1.000 anak di 25 kota, dengan hasil yang menggembirakan yakni sekitar 72 persen anak penerima menunjukkan perkembangan tumbuh kembang yang positif.
– Tahun 2026: Ditargetkan menyalurkan lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kota.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menjelaskan bahwa program ini difokuskan secara khusus kepada anak-anak yang terindikasi mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi. Penentuan penerima manfaat dilakukan melalui pendataan bersama Dinas Kesehatan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Program ‘Satu Telur Sehari’ ini bukan sekadar kegiatan membagikan telur semata. Ini adalah bentuk intervensi sederhana yang kami nilai efektif dan efisien untuk membantu upaya penanganan stunting di berbagai daerah. Selama empat tahun berjalan, melihat respons positif dan perkembangan anak-anak yang terbantu menjadi semangat besar bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” tegas Rani.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan saja. Terdapat mekanisme pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan kesehatan anak, yang dicatat bersama-sama oleh petugas kesehatan dan kader posyandu.
“Semangat kami sederhana: bagaimana Alfamart dapat turut andil membantu menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat, dan kelak berkembang menjadi generasi yang unggul dan berkualitas,” tambahnya.
Secara resmi, pelaksanaan program tahun 2026 dimulai sejak bulan Mei dan akan berlangsung hingga Oktober 2026. Selama periode tersebut, telur akan didistribusikan secara berkala kepada seluruh anak penerima manfaat.
Selain penyaluran sumber protein hewani, program ini juga menekankan pentingnya pengetahuan. Melalui kerja sama erat dengan Dinas Kesehatan dan kader posyandu, diberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua agar memahami cara menyediakan makanan bergizi sederhana dan terjangkau. Hal ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan di dalam keluarga, sehingga dampak positifnya dapat terus terasa meski program telah selesai dilaksanakan. (Abel)













