Bingkaiwarta, KUNINGAN – Tim gabungan akhirnya berhasil menemukan korban tenggelam, Melis Gozali (28), di aliran Sungai Cisanggarung, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kamis (30/4/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Penemuan jasad korban terjadi tidak jauh dari titik lokasi awal kejadian dimana korban dilaporkan hilang terseret arus. Suasana duka yang sebelumnya menyelimuti tepian sungai kini berubah menjadi haru saat kabar penemuan tersebut sampai ke telinga keluarga dan warga yang sejak semalam menanti dengan penuh harap.
Peristiwa naas itu bermula saat korban sedang mencari ikan bersama empat temannya sekitar pukul 19.00 WIB. Aktivitas yang berjalan normal tiba-tiba berubah menjadi kepanikan ketika korban diduga terpeleset dan langsung terseret arus deras saat mencoba menyeberangi sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa kondisi sungai saat itu sangat ekstrem. Kedalaman air mencapai sekitar empat meter dengan arus yang sangat kuat, ditambah kondisi dasar sungai yang banyak ditumbuhi akar pohon menjadi kendala utama bagi korban untuk menyelamatkan diri maupun bagi tim evakuasi.
“Kondisi arus yang deras serta banyaknya akar di dasar sungai membuat korban sulit bergerak dan sulit dilacak,” jelas Indra.
Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 20.23 WIB. Segera setelah menerima informasi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, aparat desa dan kecamatan, serta masyarakat setempat langsung dikerahkan menuju lokasi.
Pencarian sempat berjalan maksimal pada malam hari, namun terkendala oleh minimnya penerangan dan kondisi cuaca yang berawan. Demi menjaga keselamatan personel, keputusan diambil untuk tidak melakukan penyelaman mendalam di malam hari. Tim hanya melakukan penjagaan dan pemantauan di sejumlah titik strategis di arah hilir sungai.
Memasuki hari kedua, operasi pencarian dilanjutkan kembali sejak dini hari dengan metode penyisiran menyeluruh sepanjang aliran sungai dan pemantauan di beberapa sektor. Upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya korban pada pagi hari.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya yang mengintai saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada malam hari dimana arus cenderung tidak menentu dan visibilitas sangat terbatas. (Abel)













