Bingkaiwarta, KUNINGAN – Kabar mengkhawatirkan kembali menggema di dunia pendidikan Kabupaten Kuningan. Dugaan keterlibatan empat siswa sekolah dalam kasus peredaran narkotika jenis sintetis (sinte) menjadi sorotan utama. Menanggapi isu yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat ini, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memberikan tanggapan secara hati-hati namun tegas. Ia meminta seluruh elemen untuk tidak terburu-buru menilai sebelum ada kepastian hukum, sekaligus mengingatkan kembali pentingnya pengawasan ketat terhadap generasi muda.
Menurut penjelasan Dian, hingga saat ini dirinya belum menerima informasi resmi maupun rilis tertulis baik dari pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Kuningan terkait kasus tersebut. Karena ketidakjelasan data resmi inilah, ia menekankan sikap kehati-hatian dalam menyikapi kabar yang beredar di tengah masyarakat.
“Saya belum begitu mengetahui secara jelas dan mendetail terkait persoalan ini, karena memang belum ada rilis resmi maupun laporan langsung dari BNN maupun dari Satres Narkoba Polres Kuningan. Oleh karena itu, kita harus menyikapi persoalan ini dengan hati-hati, cermat, dan tidak berasumsi sendiri,” ujar Dian Rachmat Yanuar saat dikonfirmasi awak media, Jumat (5/6/2026).
Meski belum memiliki data pasti, Dian menegaskan bahwa adanya informasi seperti ini harus menjadi alarm atau peringatan keras bagi seluruh masyarakat Kuningan, terutama bagi para orang tua. Isu ini menjadi bukti nyata bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba sudah semakin dekat dan bisa menjangkau siapa saja, sehingga kepedulian harus ditingkatkan drastis.
“Yang pasti, adanya kabar seperti ini harus membuat kita semua sebagai masyarakat dan orang tua menjadi jauh lebih aware, lebih peka, dan lebih peduli terhadap pergerakan serta perkembangan anak-anak kita. Saya tekankan, pendidikan karakter dan pembinaan moral itu tidak mutlak dan tidak bisa hanya diserahkan kepada pihak sekolah saja. Ingat, waktu anak berada di lingkungan sekolah itu terbatas, selebihnya mereka ada di lingkungan masyarakat maupun lingkungan keluarga,” tegasnya.
Dian kembali mengingatkan bahwa benteng pertahanan utama anak-anak ada di dalam keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab terbesar untuk mengawasi aktivitas, teman bergaul, dan lingkungan pergaulan anak-anak mereka di luar jam sekolah. Jangan sampai kelalaian atau rasa percaya yang berlebihan justru menjerumuskan generasi muda ke dalam lubang masalah.
“Orang tua harus menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk berhati-hati dan lebih intens lagi mengawasi pergaulan anak-anaknya. Harus dipahami, persoalan atau pelanggaran sering kali justru terjadi ketika mereka berada di luar lingkungan sekolah, di mana pengawasan menjadi berkurang. Jadi, peran orang tua di rumah adalah kunci utama,” tuturnya.
Selain memperkuat peran keluarga, Dian juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang kokoh. Pendidikan dan pembinaan anak tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama erat antara pihak sekolah, komite sekolah, masyarakat luas, dan tentunya orang tua untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang benar-benar bersih, sehat, dan aman dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Ini menjadi bahan perhatian bersama, bahwa ekosistem pendidikan harus dibangun secara kuat dan saling menguatkan. Masyarakat, komite sekolah, pihak sekolah, dan orang tua harus bersinergi, bergandengan tangan, dan saling mengisi dalam melakukan pengawasan serta pembinaan menyeluruh kepada anak-anak kita. Jangan sampai ada celah kosong yang bisa dimanfaatkan hal negatif,” ujarnya.
Terkait status keempat siswa yang disebut-sebut terlibat, Dian mengaku belum dapat memastikan posisi mereka dalam kasus tersebut. Apakah berstatus sebagai pengguna, pengedar, atau ada fakta lain yang ternyata berbeda dari informasi yang beredar di mulut ke mulut saat ini. Ia berjanji akan segera mendalami persoalan ini langsung ke penegak hukum.
“Saya belum bisa memastikan posisi mereka apakah sebagai pengedar, pengguna, atau bagaimana peran sebenarnya, karena saya belum mengetahui persis fakta dan data yang sebenarnya di lapangan. Dalam waktu dekat ini saya akan segera melakukan koordinasi intensif dengan pimpinan BNN dan Kapolres beserta Kasat Narkoba untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas, rinci, dan akurat,” pungkas Dian Rachmat Yanuar.
Di akhir pernyataannya, Bupati berharap persoalan ini menjadi cambuk bagi semua pihak. Apapun hasil penyelidikan nantinya, hal terpenting adalah menjaga generasi penerus Kuningan agar tetap jauh dari bahaya narkoba, serta memastikan lingkungan pendidikan tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang. (Abel)













