Bingkaiwarta, KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kuningan. Pencanangan ini berlangsung di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Senin (6/7/2026), bertepatan dengan pelaksanaan apel pagi gabungan.
Momen ini menjadi langkah awal untuk memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam mendukung berbagai layanan kemanusiaan yang dilaksanakan PMI Kabupaten Kuningan.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus dan relawan PMI atas dedikasi yang telah diberikan selama ini. Ia menegaskan, Bulan Dana PMI bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah untuk membangkitkan empati dan solidaritas sesama.
“Ini bukan sekadar kegiatan rutin. Lebih dari itu, ini adalah wujud kepedulian sosial. Filosofi sarindek saigel, sabobot sapihanean, sabata sarimbagan mengajarkan kita bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah modal utama membangun daerah,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Dian menilai PMI adalah mitra strategis pemerintah yang memiliki peran vital dalam penanganan bencana, pelayanan kesehatan, hingga bantuan sosial. Sinergi antara kedua pihak harus terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau.
“Pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya. Kehadiran PMI menjadi pelengkap penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Tahun lalu, Bulan Dana PMI berhasil menghimpun dana sebesar Rp703,88 juta atau mencapai 88% dari target Rp800 juta. Berdasarkan capaian tersebut, pada tahun 2026 ini ditetapkan target yang lebih tinggi, yaitu Rp900 juta.
Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, kepala desa/lurah, dunia pendidikan, pelaku usaha, perbankan, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi. ASN diharapkan menjadi teladan dalam memberikan dukungan.
Guna mempermudah partisipasi, Bupati Dian juga mendorong inovasi sistem donasi. Ia meminta agar penggalangan dana tidak hanya mengandalkan kupon, tetapi mulai memanfaatkan teknologi pembayaran digital melalui QRIS, khususnya untuk menjangkau generasi muda.
“Ikutlah berkontribusi, nilainya mungkin tidak besar tapi sangat berarti. Mari kita manfaatkan QRIS agar masyarakat lebih mudah berdonasi,” ajaknya.
Pihaknya juga menegaskan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Seluruh dana yang terkumpul akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pelayanan kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan bantuan sosial.
“Modal terbesar kita adalah kepercayaan masyarakat. Pastikan setiap rupiah yang disumbangkan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan mereka yang membutuhkan,” pungkas Bupati Dian. (Abel)













