Bingkaiwarta, GARAWANGI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan kunjungan kerja ke Yayasan Antara Graha Berdaya, Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Sabtu (4/7/2026). Kunjungan ini bertujuan memantau sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program “Kelompok Disabilitas Berdaya”, yang didukung melalui penyaluran bantuan modal usaha senilai Rp50 juta. Dana tersebut telah dialokasikan untuk mengembangkan produksi Batik Ciprat yang dikelola oleh kelompok penyandang disabilitas mental di lembaga tersebut.
Rombongan dipimpin langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, dan Rizaludin Kurniawan. Kehadiran mereka didampingi sepenuhnya oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, yang diketuai oleh H. Yusron Kholid, beserta para wakil ketua dan pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, Hj. Saidah Sakwan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi yayasan dalam mendampingi para warga binaan. Menurutnya, program ini membuktikan bahwa zakat dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mengangkat derajat dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Yayasan Antara Graha Berdaya. Ke depan, insyaAllah akan ada program-program lanjutan lainnya yang diintegrasikan untuk memperkuat keberlanjutan usaha ini. Tujuannya jelas: agar mereka dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki harapan masa depan yang lebih baik,” tegas beliau.
Sementara itu, Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia menilai dukungan ini memberikan dampak ganda, baik dari sisi psikologis maupun ekonomi bagi para penyandang disabilitas.
“Selama ini yayasan hanya mengandalkan semangat gotong royong dan bantuan yang terbatas. Bantuan dari BAZNAS ini adalah perhatian nyata. Ini membuktikan bahwa jika diberi kesempatan dan pendampingan yang tepat, kelompok disabilitas pun mampu berkarya dan berdaya,” ungkapnya.
Batik Ciprat menjadi andalan utama usaha ini. Produk kerajinan tangan tersebut dibuat langsung oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sedang menjalani proses pemulihan dan pelatihan kemandirian. Sejak berdiri pada tahun 2016, Yayasan Antara Graha Berdaya terus berkomitmen memberikan perawatan, pendampingan, serta ruang berkarya dengan pendekatan yang manusiawi dan inklusif, demi memulihkan martabat setiap individu yang dibinanya. (Abel)













