banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

40 Hektare Hutan TNGC Terbakar, Beberapa Titik Mulai Padam Namun Belum Sepenuhnya Aman

 

Bingkaiwarta, PASAWAHAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) hingga Rabu (9/9/2026) masih menjadi perhatian serius. Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Senin (7/9/2026) diperkirakan telah membakar sekitar 40 hektare kawasan hutan konservasi. Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi sekaligus memastikan penanganan dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan.

banner 728x250

Bupati Dian menjelaskan, kebakaran bermula dari kawasan Blok Cileutik pada Senin lalu, kemudian api merambat ke sejumlah titik hingga mencapai lokasi peninjauan.

“Sekarang berdasarkan laporan, sudah sekitar kurang lebih 40 hektare area yang terbakar. Namun sampai perkembangan hari ini, sudah mulai padam di beberapa titik,” ujar Bupati Dian.

Meski sebagian titik berhasil dipadamkan, kondisi belum sepenuhnya aman. Asap masih terlihat di beberapa lokasi, menandakan titik api belum benar-benar mati. Bupati mengingatkan, pemadaman hutan tidak cukup hanya memastikan asap hilang, pemantauan dan pendinginan tetap harus dilakukan untuk mencegah api bangkit kembali.

“Persoalan di hutan itu kan tidak bisa dilihat hanya dari padam asapnya, karena dimungkinkan, dan saya lihat tadi ada beberapa titik yang belum padam sepenuhnya,” katanya.

Kondisi semakin menantang karena angin bertiup cukup kencang di kawasan Kuningan beberapa hari terakhir. Api berpotensi melompat dan melewati sekat bakar yang telah dibuat petugas.

“Kita lihat ke arah atas, teman-teman juga mungkin ada yang membuat sekat bakar, tapi ini rawan karena angin besar di Kuningan hari-hari ini, jadi api itu menyeberang, melompat,” tuturnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyebut pemadaman menghadapi sejumlah kendala berat: akses menuju titik api terjal dan berbatu, cuaca panas, arah angin berubah-ubah, serta keterbatasan sumber air. Vegetasi yang kering akibat kemarau panjang mempercepat penyebaran api. Petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan yang tersedia di lapangan.

“Memang ada beberapa kesulitan, di antaranya akses jalan cukup terjal dan banyak batu-batu, angin yang berubah-ubah arah, cuaca panas, sulitnya sumber air. Namun kita upayakan supaya sebaran api tidak meluas,” ujar Indra.

Personel gabungan dari BPBD Kabupaten Kuningan, Balai TNGC, TNI, Polri, relawan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan ke sejumlah titik kebakaran. Bupati Dian menyebut unsur TNI Yonif, Polres, TNGC, serta MPA juga telah bergerak menuju titik-titik api.

Bupati mengapresiasi seluruh pihak yang bekerja siang dan malam untuk mengendalikan kebakaran di kawasan konservasi tersebut, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Polres, Kodim, Yonif, jajaran Balai TNGC, serta seluruh relawan yang terlibat.

“Mohon doa dari seluruh warga masyarakat Kuningan, mudah-mudahan api ini segera cepat dipadamkan,” harap Bupati Dian di hadapan awak media. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan