Bingkaiwarta, KUNINGAN — Langkah nyata dalam menjamin pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dilakukan Lapas Kelas IIA Kuningan. Melalui sinergi lintas instansi, Rabu (7/10/2026) digelar pemeriksaan kesehatan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV sekaligus deteksi dini penyakit menular lainnya bagi seluruh warga binaan di lingkungan lembaga tersebut.
Kegiatan ini berjalan berkat kerja sama yang terjalin antara Lapas Kelas IIA Kuningan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Puskesmas Kuningan, Puskesmas Lamepayung, serta LSM Petik Kuningan. Sebanyak 469 warga binaan mengikuti pemeriksaan ini, yang terdiri dari 71 tahanan laki-laki, 6 tahanan perempuan, dan 392 narapidana laki-laki.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Kuningan, Kusrin Yusyuf, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif agar kondisi kesehatan setiap warga binaan dapat terpantau dan ditangani sedini mungkin.
“Kegiatan Mobile VCT ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kuningan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga binaan. Melalui deteksi dini, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan dan segera melakukan tindak lanjut apabila ditemukan hasil yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” ujar Kusrin.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh mitra yang telah memfasilitasi kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas, LSM Petik, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Sinergi seperti ini akan terus kami perkuat demi pemenuhan hak kesehatan warga binaan,” tambahnya.
Sementara itu, H. Iud Sudarman selaku Subkoordinator P2PM yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, menjelaskan bahwa pemeriksaan menyeluruh ini sangat penting dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lingkungan yang padat.
“Pemeriksaan ini merupakan salah satu upaya deteksi dini. Dengan melakukan screening secara menyeluruh, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan warga binaan dan menentukan langkah tindak lanjut sesuai dengan hasil pemeriksaan,” jelasnya.
Dari pemeriksaan yang telah dilaksanakan, tercatat 6 warga binaan reaktif Hepatitis dan 8 warga binaan reaktif Sifilis. Terhadap hasil tersebut, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan sekaligus menentukan penanganan medis yang tepat bagi yang bersangkutan.
Salah seorang warga binaan, MDS, menyambut baik kegiatan ini. “Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami bisa mengetahui kondisi kesehatan kami. Kalau ada hasil yang perlu ditindaklanjuti, bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,” ungkapnya.
Lapas Kelas IIA Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembinaan warga binaan. (Abel)













