banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Dukung Pendidikan Inklusif, Bupati Kuningan Dianugrahi Penghargaan UPI Awards 2026

 

Bingkaiwarta, BANDUNG — Komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memajukan pendidikan yang berkualitas sekaligus mendorong kesetaraan akses bagi semua warga mendapat pengakuan istimewa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menerima penghargaan UPI Awards 2026 pada peringatan Dies Natalis ke-72 UPI di Bandung, Selasa (20/10/2026). Penghargaan ini menjadikan beliau satu-satunya bupati di Jawa Barat yang menerima apresiasi tersebut tahun ini.

banner 728x250

Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., berdasarkan Keputusan Rektor UPI Nomor 2118/UN40/HM.00.05/2026 dan Surat Nomor 142/UN40/HM.00.06/2026. Turut mendampingi Bupati Dian, Asisten Daerah I Deniawan, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Carlan, M.Si., serta Sekretaris Disdikbud H. Pipin Mansur Aripin, M.Pd.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan momentum penguatan kerja sama antara Pemkab Kuningan dan UPI. Kedua pihak bersiap menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada minggu pertama November 2026, yang menjadi landasan pelaksanaan gerakan unggulan Guru Melesat dengan lima pilar strategis pengembangan pendidikan.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, M.Si., menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan dan Alumni beberapa waktu lalu. Fokus utamanya adalah memperkuat mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, pemerataan tenaga pendidik, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Bupati Dian menyambut baik penghargaan tersebut dan menegaskan bahwa pendidikan berkualitas harus dibangun secara kolaboratif dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Penghargaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik di sektor pendidikan. Bersama UPI, kerja sama sudah terjalin lama, terutama dalam peningkatan mutu pendidikan, kapasitas guru, dan pengembangan kurikulum,” ujar Dian.

Ia mencontohkan komitmen inklusifitas Pemkab Kuningan dengan menempatkan penyandang disabilitas pada jabatan-jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah. “Bagi kami, yang terpenting adalah kemampuan dan kapasitasnya. Mereka mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Inilah salah satu bentuk komitmen kami dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., memaparkan secara rinci kelima pilar strategis dalam gerakan Guru Melesat:

Pilar 1 — Sakola Deui: Mempercepat peningkatan rata-rata lama sekolah melalui pendidikan kesetaraan berbasis desa, pendampingan Paket B dan C, KKN tematik, serta pendataan anak tidak sekolah dari rumah ke rumah.

Pilar 2 — Akademi Guru Melesat: Meningkatkan kompetensi guru agar adaptif terhadap teknologi dan penguatan karakter, mencakup pelatihan pembelajaran mendalam, literasi numerasi, pemanfaatan AI secara etis, kepemimpinan kepala sekolah, hingga komunitas belajar guru di setiap kecamatan.

Pilar 3 — Guru untuk Pelosok: Memeratakan distribusi tenaga pendidik di daerah kekurangan guru melalui praktik lapangan mahasiswa, program Alumni Mengajar, beasiswa putra-putri Kuningan untuk menjadi guru, serta pendampingan calon guru daerah hingga menempuh PPG.

Pilar 4 — PAUD, Inklusi, dan Ngaji Diri: Memperkuat layanan pendidikan anak usia dini, pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, serta penguatan pendidikan keagamaan melalui pelatihan guru PAUD, pendampingan SLB dan sekolah inklusi, hingga pelatihan pedagogik guru ngaji dan Diniyah Takmiliyah.

Pilar 5 — Observatorium Pendidikan Kuningan: Membangun sistem data dan kajian kebijakan pendidikan yang akurat melalui pemetaan kebutuhan guru dan anak tidak sekolah di setiap desa, pemantauan capaian program, kajian kebijakan, serta evaluasi tahunan dampak program.

Kelima pilar ini dirancang saling melengkapi — dari perluasan akses, peningkatan kualitas guru, pemerataan tenaga pendidik, layanan inklusif, hingga landasan data yang terukur untuk kebijakan. Selaras dengan visi Kuningan MELESAT, kolaborasi ini diharapkan melahirkan ekosistem pendidikan yang kuat, berakar dari tingkat desa, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kuningan.

Ucapan selamat pun disampaikan Bupati Dian untuk Dies Natalis ke-72 UPI. “Semoga UPI semakin melesat dan semakin berdampak. Kami berharap UPI terus melahirkan lulusan yang unggul, kreatif, inovatif, serta mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” harapnya. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan