Bingkaiwarta, KUNINGAN — Himpunan Pendidikan Ekonomi Universitas Kuningan (Uniku) sukses menyelenggarakan Gebyar Pendidikan Ekonomi 2026 se-Wilayah III Cirebon dengan mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas Kreatif untuk Ekonomi Mandiri”. Kegiatan yang berlangsung Selasa (20/10/2026) ini diikuti sebanyak 144 peserta yang merupakan siswa dan siswi dari berbagai jenjang SMA maupun SMK di wilayah III Cirebon.
Dua cabang perlombaan dihadirkan dalam ajang ini, yaitu Olimpiade Ekonomi dan Lomba Video Dokumenter Ekonomi. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi diri sekaligus memperdalam pemahaman mengenai berbagai isu ekonomi yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Ketua Panitia Gebyar Pendidikan Ekonomi 2026, Lidia Melani Putri, menjelaskan bahwa kedua lomba dirancang dengan tujuan yang saling melengkapi. Jika Olimpiade Ekonomi lebih menekankan pada penguasaan konsep dan kemampuan berpikir analitis, maka Video Dokumenter Ekonomi menjadi sarana bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus kepekaan terhadap realitas ekonomi di masyarakat.
“Olimpiade Ekonomi menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berpikir dalam memahami konsep ekonomi. Sementara itu, Video Dokumenter Ekonomi menjadi ruang bagi peserta untuk berlomba kreativitas dengan mengangkat berbagai isu ekonomi,” ungkap Lidia.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uniku, Dr. Asep Jejen Jaelani, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga kreatif dalam menciptakan peluang dan solusi ekonomi yang mandiri.
“Kami mengharapkan siswa-siswi yang mengikuti lomba menjadi ekonom yang kreatif untuk menghasilkan ekonomi yang mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menekankan pentingnya literasi ekonomi yang kuat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digital. Pemahaman ekonomi yang baik, menurut beliau, adalah bekal vital bagi generasi muda untuk beradaptasi sekaligus menjadi penggerak kemajuan bangsa di masa depan.
“Ketika kita bersentuhan dengan era digital, tentu literasi ekonomi sangat diperlukan karena teman-teman di sini adalah para pelaku ekonomi yang akan mengantarkan Indonesia ke era digital pada tahun 2045. Kita memiliki sumber daya manusia yang harus mendukung peningkatan kualitas Republik Indonesia,” pungkasnya. (Abel)













