Bingkaiwarta, KUNINGAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan Jawa Barat dan Dinas Perhubungan telah melakukan pemeriksaan kelayakan bus dan tes urine terhadap awak bus AKAP di Terminal Type A Kertawangunan, Kamis (6/10/2022).
Makin tingginya angka kecelakaan kendaraan umum, Lantas dan Dishub Kuningan periksa semua kelayakan bus yang beroperasi di Terminal Kertawangunan Kabupaten Kuningan.
Selain periksa kelengkapan surat dan Layak Jalan, BNNK Kuningan juga periksa urine semua awak bus (Sopir) untuk bantu cegah meningkatnya angka kecelakaan.

Kegiatan test urine kepada awak bus AKAP ini merupakan kegiatan rutin tiap tahunnya yang dilakukan oleh BNNK Kuningan. Dengan tujuan untuk memastikan agar sopir bus yang sedang mengoperasikan kendaraan benar-benar dalam kondisi sehat dan tidak dalam kendali alkohol ataupun obat-obatan terlarang.
“Kita lakukan tes urine kepada 34 sopir di terminal Kertawangunan ini untuk menjamin keselamatan berlalu lintas baik pengemudi maupun penumpang,” kata Kepala BNNK Kuningan AKBP Yaya Satyanagara kepada bingkaiwarta.co.id, Jumat (7/10/2022).

Yaya menjelaskan, jika ditemukan pengemudi atau sopir bus yang menggunakan obat-obatan terlarang maka pihaknya akan memberi rekomendasi kepada sopir itu untuk tidak melanjutkan aktivitasnya dan akan direhabilitasi.
“Akan sangat berbahaya dan berpengaruh sekali terhadap keselamatan penumpang. Jika terbukti akan kita tahan dan tidak boleh melanjutkan sampai diadakan pemeriksaan dan akan direhabilitasi,” jelasnya.
Senada dengan Kepala BNNK Kuningan, Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Vino Lestari mengatakan, bahwa kegiatan ini bersamaan dengan diselenggarakanya Operasi Zebra Lodaya juga sebagai kontrol terhadap para sopir dalam mengendarai armadanya. Pihaknya tidak ingin para sopir ada di bawah kendali narkoba.
“Diharapkan dengan pengecekan melalui tes urine terhadap para sopir ini, bisa membawa kendaraan yang sarat penumpang dengan nyaman dan selamat sampai tujuan,” ujar Kasat Lantas.
Kasat menambahkan, untuk Operasi Zebra Lodaya ini sifatnya edukatif dan penindakannya berupa teguran. Jika ditemukan sopir bus mengkonsumsi narkoba dan lainnya akan ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sampai saat ini belum kita temukan sopir yang mengkonsumsi narkoba dan lainnya, jika ditemukan akan kita tindaklanjuti,” tegasnya.
Setelah melakukan tes urine, petugas gabungan ini juga melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan kendaraan yang akan dioperasikan. (Abel)













