Oleh : Widdiya Permata Sari
(Komunitas Muslimah Perindu Syurga)
Pemerintah dengan mudahnya menetapkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, Solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter berlaku pada Sabtu 3 September 2022 mulai pukul 14.30 WIB.
Oleh sebab itu ketika panas terik melanda negeri ini tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk menyerukan penolakan bbm yang sangat melambung tinggi.
Gejolak penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bermunculan di berbagai daerah. Mereka terdiri dari mahasiswa dan sejumlah lapisan masyarakat.
Pada hari Selasa (6/9/2022), serikat buruh juga menggelar aksi demo secara serempak di 34 provinsi. Info demo tersebut diikuti oleh serikat buruh, petani, nelayan, guru honorer, pembantu rumah tangga, buruh migran, miskin kota, dan organisasi perempuan.
Khusus wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, aksi demo akan difokuskan di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. (Kompas.com, 06/09/2022)
Sungguh miris negeri ini dengan mudahnya menaikan harga BBM tanpa melihat keadaan rakyatnya. Bagaimana rakyat tidak menjerit atas keputusan itu sementara banyak rakyat yang penghasilannya jauh dari kata sempurna. Bahkan yang tidak habis pikir kenapa BBM di negeri ini begitu naik drastis sementara harga minyak dunia yang mnjadi patokan global sedang turun.
Dikutip dari CNBC, Rabu (7/9/2022), harga minyak mentah Brent menetap di USD 92,83 per barel, kehilangan USD 2,91, atau 3 persen. West Texas Intermediate (WTI) AS turun dari perdagangan Senin menjadi menetap di USD 86,88 per barel, naik 1 sen dari penutupan Jumat.
Bahkan ketika mahasiswa dan masyarakat melakukan demo untuk memperjuangkan nasib mereka, alih-alih didengarkan oleh pihak DPR yang katanya mereka disebut-sebut sebagai wakil rakyat, malah mereka seperti tutup telinga. Bahkan yang lebih ironisnya lagi ketika rakyat diluar panas-panas untuk memperjuangkan nasibnya, anggota DPR malah asik menyanyikan lagu selamat ulang tahu untuk ketuanya.
Masih teringat jelas ketika di tahun 2008 BBM naik, ketua DPR yang sekarang menjabat menangis histeris dan bercucuran air mata karena menolak BBM naik, lalu sekarang bagaimana? seperti lupa akan kejadian itu dan sekarang malah dengan mudahnya beliau mendukung kenaikan harga BBM. Kalau rakyat juga yang harus menentang keputusan penguasa yang kurang peka, lalu wakil rakyat apa fungsinya?
Inilah bukti nyata ketika sistem kapitalis diterpakan di negeri ini, mereka hanya mementingkan uang daripada kepentingan rakyat sehingga menurut mereka “Time is Money”,seperti itu kiranya potret ekonomi kapitalis dalam memaknai laju waktu diukur dengan uang atau materi. Setiap waktu dihadapkan dengan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memikirkan kesejahteraan masyarakat umum lagi, yang nyatanya ekonomi kapitalis membentuk peran individu untuk melakukan perang kemunafikan dan kompetisi dalam mempertahankan hidup.
Inilah kapitalis didalam penggolahan bahan mentah dengan SDA yang melimpah, namun menjadi boomerang bagi rakyat. Dengan wacana kenaikan harga BBM saja, sudah terlihat kelangkaan yang tersedia, padahal negri ini kaya akan bahan mentah. Kepemilikan SDA melimpah yang seharusnya dikelola demi kepentingan rakyat, telah memudar bahkan menghilang ditangan penguasa.
Dan harusnya negara ini memberikan harga BBM yang sangat murah, karena negri ini salah satu importir terbesar bahan minyak mentah. Sama halnya seperti sawit , negri ini importir terbesar. Tapi kenyataan nya salahnya pengelolaan negara terhadap pos-pos penting yang menjadi kebutuhan rakyatnya, beralih tangan ke swasta.
Inilah gambaran keadaan penduduk Indonesia seperti ayam mati di lumbung padi, inilah pribahasa yang pas untuk Negeriku Indonesia yang kekayaan alamnya melimpah.
Berbeda ketika Islam tegak, Islam merupakan agama yang mampu mengatur segala asfek kehidupan termasuk masalah pengelolaan Sumber Daya Alam. Pengelolaan Sumber Daya Alam dalam Islam tidak diserahkan kepada individu bahkan Asing, tapi pengelolaan kekayaan alam diserahkan kepada Negara yang hasilnya untuk mensejahterakan pe duduknya secara umum.
Sebagaimana sabda Rasullah SAW, ” kaum Muslim berserikat ( memiliki hak yang sama) dalam 3 hal: air, rumput, dan api. (HR. Ibnumajah)
Bahkan pengelolaan Sumber Daya Alam telah ada sejak zaman Rasullah, dimana pengelola diserahkan kepada negara, bahkan dalam islam pun menganjurkan bahwa pengelola Sumber Daya Alam (SDA) harus bermanfaat bagi kehidupan secara umum. Bahkan Allah SWT menegaskan dalam al Quran,
ولاتفسدوافى الارضبعداصلاحهاوادعوهخوفاوطمعا ان رحمت الله قريب من المحسنين
Artinya: ” Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan”.
Maka, sebagai seorang muslim, termasuk pejabat untuk mengatasi persoalan mengenai pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), menjadi kewajiban untuk terikat dengan aturan syariah Islam. Karena setiap persoalan hidup termasuk pengelolaan Sumber Daya Alam, harus dikembalikan kepada sumbernya yaitu Al Qur’an dan sunnah. Dan inilah bentuk ketaantan kita selaku muslim dan juga merupakan konsekuensi terhadap keimanan kita.
Sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk lebih taat terhadap apa yang dibawa Rasullah dan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalm Al Qur’an,
…وما اتكم الرسول ف خذوه ومانهكم عنه فانتهوا واتقواالله ان الله شديد العقاب
Artinya:” Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukumannya-Nya”.
Untuk dapat menerapkan syariah islam maka kita butuh peran negara untuk menerapkannya, karena ini berurusan dengan hajat manusia banyak dan juga berurusan dengan orang banyak. Tanpa peran Negara maka syariah islam ini tidak akan berjalan dengan sempurna.













