banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Ratusan Siswa SMPN 7 Kuningan Mendapat Layanan Periksa Kesehatan Mata dan Pemberian Kacamata Gratis

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Untuk mendukung upaya pencegahan gangguan penglihatan di masyarakat khususnya pada Siswa/Siswi Sekolah, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan kerjasama Lintas Sektor dengan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) Kabupaten Kuningan dan Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) menggelar Bakti Sosial dengan melakukan pemeriksaan mendeteksi gangguan penglihatan dan pemberian kacamata gratis di SMPN 7 Kuningan Jl. Aruji Kartawinata No 2 Kuningan, Senin (14/11/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Susi Lusiyanti mengatakan, deteksi dini gangguan penglihatan di masyarakat perlu dilakukan dalam rangka penemuan sedini mungkin sehingga dapat ditindaklanjuti sesegera mungkin jika ditemukan gangguan penglihatan agar tidak terjadi keterlambatan penemuan dan penanganan yang dapat memperberat penyakitnya atau mengakibatkan kebutaan.

banner 728x250

Lebih lanjut Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap anak sekolah telah dilaksanakan bekerjasama dengan GAPOPIN dan IROPIN Kabupaten Kuningan terhadap 9 sekolah yang tersebar di Kabupaten Kuningan dengan hasil dari 4.564 siswa yang diperiksa, ditemukan gangguan refraksi 1.494 siswa (32,73%) mayoritas menderita mata minus dan 33 siswa menderita strabismus/mata juling (0,7%). Semuanya dapat dikoreksi, apabila segera ditangani sedini mungkin agar tidak berlanjut ke gangguan mata yang lebih serius.

“Gangguan penglihatan pada anak akan mempengaruhi kemampuannya dalam menyerap pelajaran, dikhawatirkan jika tidak segera diatasi, anak-anak yang diharapkan meraih prestasi dalam belajar akan terganggu,” jelas Susi.

Dia menambahkan, sebenarnya tahun ini pihaknya ingin menargetkan 10 ribu siswa yang diperiksa dengan 10 (sepuluh) titik di 10 (sepuluh) kecamatan di Kabupaten Kuningan.

“Melalui pemeriksaan ini akan diketahui tingkat gangguannya, yang selanjutnya akan diberikan tindakan yakni penggunaan kacamata sesuai dengan tingkat gangguan,” ujarnya.

Dewi, salah satu siswi SMPN 7 Kuningan merasa bersyukur dengan adanya pemberian kacamata gratis ini.

“Senang sekali, dan terima kasih kepada pemerintah atas kacamata gratis ini. Ini bukti bahwa pemerintah peduli terhadap siswa siswi di Kuningan yang nantinya sebagai penerus bangsa,” ungkap Dewi.

Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) Kabupaten Kuningan, Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN), Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, yang telah bisa mengadakan baksos pemeriksaan mendeteksi gangguan penglihatan dan pemberian kacamata gratis untuk anak-anak siswa/siswi SMP.

Acep menuturkan, bahwa indera penglihatan merupakan salah satu alat tubuh yang mempunyai fungsi sangat penting bagi manusia, untuk menerima informasi dari lingkungan kehidupan sekitarnya, sehingga mampu beradaptasi dan mempertahankan hidup.

“Dengan demikian, kesehatan indera penglihatan merupakan salah satu unsur terpenting, dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutur Acep.

Untuk itu, Acep menghimbau agar OPD terkait aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan mata. “Masyarakat jangan takut dan malas dalam memeriksakan kesehatannya, khususnya kesehatan mata,” katanya.

Acep berharap kerjasama Lintas Sektor Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dengan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) Kabupaten Kuningan dan Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN), di masa yang akan datang masih berkenan menyelenggarakan kegiatan serupa di Kabupaten Kuningan.

Menurut Acep, gangguan penglihatan pada anak bisa disebabkan beberapa faktor. Baik itu gangguan bawaan sejak lahir, tetapi sebagian besar disebabkan faktor luar yang sangat mengkhawatirkan yakni penggunaan gawai (gadget) berlebihan.

“Gangguan penglihatan didominasi karena perilaku melakukan aktivitas beresiko untuk mata, penggunaan mata berlebihan, membaca di tempat kurang terang, posisi membaca tidak benar, menonton televisi kurang dari 30 cm, atau penerangan berlebih,” terangnya.

Untuk mencegah gangguan penglihatan, Ia menyarankan agar penggunaan gawai atau gadget dikurangi.

“Imbangi penggunaan gadget dengan istirahat mata, kalau sudah 30 menit istirahatkan mata selama lima menit dengan menutup mata sampai rileks, mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A baik untuk mata,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, hindari membaca ditempat yang kurang pencahayaan, membaca dengan jarak dekat, menonton dengan jarak kurang dari 30 cm, serta posisi membaca yang kurang benar.

“Bahaya gadget juga mengandung radiasi, penggunaan gadget yang berlebih tidak baik bagi mata, karena gadget menggunakan media yang terang, mengganggu otot mata,” jelas Acep.

Acep melanjutkan, “Saya ingin kegiatan pemeriksaan seperti ini bisa berlanjut kembali, serta berharap orang tua dapat memberikan pengawasan terhadap anak-anak dalam menggunakan ponsel, sebab diduga pemicu gangguan mata pada anak kebanyakan disebabkan oleh penggunaan Laptop, ponsel yang terlalu lama,” pungkasnya. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan