banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

KCD Kehutanan Wilayah VIII Jabar Apresiasi Petani Milenial Madu Kuningan (Makun)

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Prov Jawa Barat berikan apresiasi kepada Amaar Thohir, petani milenial yang berhasil menjadikan produk olahan madu dengan merk Madu Kuningan (MaKun) sebagai salahsatu produk unggulan Jawa Barat, dan berhasil terpilih sebagai UMKM Juara Jawa Barat Award tahun 2022, kategori minuman.

“Saya ucapkan selamat atas prestasinya. Alhamdulillah saya sangat bangga, dan memberikan apresiasi kepada salahsatu petani milenial yang berhasil mengembangkan produk turunan madu. Kita tahu madu banyak manfaatnya, dan ini diolah sedemikian rupa menjadi makanan dan minuman yang bervariasi,” ungkap Ahmad Subagja, Selasa (15/11/2022).

banner 728x250

Bagja berharap prestasi yang diraih oleh petani milenial asal Desa Kreatif Bojong Wangunan, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan ini tak hanya berhenti sampai disini. Kedepannya dapat lebih menggaungkan madu yang merupakan salahsatu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang sangat banyak manfaatnya terutama bagi kesehatan.

Ia juga berharap, kedepan Jawa Barat menjadi lumbungnya madu. Meski pasti banyak kendala, ungkapnya, tapi jangan putus asa, karena Ia yakin masih banyak petani-petani milenial seperti Amaar Thohir yang masih tersembunyi.

“Tujuan akhir dari pengembangan madu ialah, Jawa Barat menjadi lumbung madu. Mari kita sama-sama mengembangkan, mulai dari potensi diri pribadi, lingkungan, juga daerah kita masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Amaar Thohir, mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang telah diberikan. Selain itu, kata Amaar, prestasi yang diraih tak lepas dari peran banyak pihak, salahsatunya adalah Dinas Kehutanan CDK Wilayah VIII Jabar yang telah memberikan pendampingan dan pembinaan, tak hanya dalam hal budidaya, tapi juga hingga ke pengemasan dan legalitas produk, hingga pemasaran.

“Alhamdulillah, peran Dinas Kehutanan tak hanya terkait budidaya, tapi juga bekerjasama dengan lintas sektor seperti Indag Jabar untuk memfasilitasi mulai dari kemasan, legalitas, hingga pemasaran seperti kurasi dengan ritel moderen, hingga akan ada program pameran di dalam dan luar negeri,” ungkap Amaar.

Menurut Amaar, kolaborasi lintas sektor dari Dinas Provinsi Jawa Barat bisa menjadi contoh bagi Kabupaten yang ada di Jawa Barat ataupun diluar Jawa Barat. Karena, kata Amaar, dengan kerjasama lintas sektor yang baik, maka yang didapat penerima manfaat akan lebih komperhensif.

Saat ini, selain produk-produk dengan merk Madu Kuningan (MaKun) yang sudah ada seperti, susu madu, yoghurt madu, tonik madu, kopi rempah madu, jahe rempah madu untuk minuman, dan juga makanan seperti emping
madu, kacang madu, hingga perawatan kulit seperti masker madu dan sabun madu, Amaar juga masih terus berinovasi mengembangkan produk turunan madu.

“Kita semua tahu manfaat madu, namun ada sebagian yang kurang suka jika diminum langsung, atau bosan jika harus dikonsumsi setiap hari. Untuk itu, MaKun hadir dengan berbagai varian olahan madu dengan rasa nikmat sekaligus bisa merasakan manfaat dari madu,” pungkas Amaar. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan