banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Bupati Dian Minta Kronologi Insiden Siswa SMPN 1 Japara Ditindaklanjuti

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyempatkan diri menjenguk siswa SMP Negeri 1 Japara yang mengalami gangguan kesehatan setelah terkena cairan pembersih lantai. Kunjungan dilakukan pada Selasa (13/10/2026) di RSUD Linggarjati, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., serta Direktur RSUD Linggarjati, dr. Hj. Eva Maya, M.M.

Kondisi korban dilaporkan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Bupati Dian menyampaikan kabar gembira tersebut sekaligus mendoakan kesembuhan anak tersebut.

banner 728x250

“Alhamdulillah, kondisinya semakin membaik dan dipastikan aman. Mudah-mudahan besok ia bisa beraktivitas kembali seperti sediakala,” ujar Bupati Dian.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berkesempatan berbicara langsung dengan siswa untuk menelusuri kronologi kejadian. Berdasarkan keterangan yang diterima, insiden berawal dari candaan antar teman, yang kemudian berujung pada penyemprotan cairan pembersih lantai. Cairan tersebut mengenai bagian wajah korban, termasuk mulut dan mata, dan ternyata juga mengenai beberapa siswa lain di sekitarnya.

Bupati menjelaskan bahwa semprotan tersebut tidak secara khusus ditujukan kepada korban, melainkan diarahkan ke arah sekelompok siswa dan kebetulan mengenai dirinya. Setelah kejadian, korban mengalami mual dan muntah, sehingga segera mendapatkan pertolongan di sekolah sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Meski insiden diduga bermula dari candaan, Bupati menegaskan peristiwa ini tetap harus ditindaklanjuti dengan serius agar tidak terulang kembali. Ia telah menugaskan Kepala Dinas Pendidikan untuk memantau langsung ke lapangan dan melakukan pembinaan di sekolah.

“Saya menugaskan Pak Kadisdik untuk melakukan pembinaan dan turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.

Bupati juga mengingatkan agar barang-barang yang berpotensi berbahaya tidak dibawa atau dibiarkan berada di lingkungan kelas. Pengawasan terhadap siswa, terutama pada jam istirahat dan jam kosong, harus diperkuat oleh pihak sekolah bersama orang tua.

Menyikapi pemberitaan yang sempat mengaitkan insiden ini dengan dugaan perundungan, Bupati mengajak seluruh pihak untuk berhati-hati dalam menarik kesimpulan. Penelusuran fakta harus didahulukan sebelum memberikan label terhadap suatu kejadian, guna memastikan penanganan yang tepat dan tidak merugikan siapa pun.

Peristiwa ini diharapkan menjadi momen evaluasi bagi seluruh institusi pendidikan. Kesadaran mengenai bahaya bahan kimia, pentingnya saling menghormati, serta pengawasan yang ketat perlu terus diperkuat agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anak. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan