Bingkaiwarta, JALAKSANA — Keterbatasan anggaran dari Dana Desa tidak menyurutkan langkah Pemerintah Desa Sidamulya Kecamatan Jalaksana dan warganya untuk terus membangun. Melalui semangat kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat, rehabilitasi jalan lingkungan yang sangat dibutuhkan warga pun berhasil diselesaikan dengan penuh kebanggaan.
Pekerjaan yang tuntas mencakup perbaikan jalan lingkungan di dua titik di Dusun I masing-masing berukuran 2 x 75 meter, serta satu jalur di Dusun II sepanjang 150 meter dengan lebar 3 meter. Kini jalan-jalan tersebut sudah dapat dilalui dan memberikan kemudahan bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Sidamulya, Omon, menyampaikan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerjasama yang erat antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat. Baginya, keterbatasan anggaran hanyalah salah satu aspek, namun semangat warga adalah kekuatan yang tak ternilai harganya.
“Keterbatasan anggaran bukan berarti pembangunan harus berhenti. Selama masyarakat masih kompak dan memiliki semangat gotong royong, insyaallah pembangunan tetap bisa kita laksanakan. Apa yang dilakukan masyarakat ini merupakan bentuk kepedulian terhadap desa dan lingkungan tempat kita bersama,” ujar Omon, Kamis (8/10/2026).
Warga berkontribusi secara sukarela, baik berupa bahan bangunan, bantuan dana, maupun tenaga kerja. Akumulasi seluruh sumbangan tersebut jika dihitung nilainya diperkirakan mencapai Rp100 juta. Angka yang luar biasa besar jika datang dari kesadaran dan kepedulian bersama.
Omon mengapresiasi setiap warga yang telah terlibat, sekecil apa pun bentuk bantuannya. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat, perangkat desa, lembaga desa dan semua pihak yang sudah ikut membantu. Ada yang memberikan material, ada yang membantu dana, dan ada juga yang turun langsung dengan tenaga. Semuanya memiliki peran dalam pembangunan ini,” katanya.
Pembangunan dengan cara swadaya ini juga memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap hasil pembangunan tersebut. Karena dibangun bersama, warga pun akan lebih menjaganya. Semangat ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi Desa Sidamulya ke depannya.
“Desa Sidamulya masih bisa dan akan terus membangun. Kami tidak ingin keterbatasan anggaran menjadi penghalang. Tentu pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan yang ada, tetapi ketika pemerintah desa dan masyarakat bersatu, banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama,” tegas Omon.
Kisah dari Desa Sidamulya ini menjadi inspirasi bahwa pembangunan yang bermutu tidak selalu harus menunggu anggaran yang besar. Kekuatan terbesar justru ada pada kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang terus dijaga di tengah masyarakat. (Abel)













