banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Hadir Sebelum Kesulitan Datang, 100 Paket Bantuan Bergizi Disalurkan ke Cigandamekar

 

Bingkaiwarta, CIGANDAMEKAR – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkokoh ketahanan pangan dengan mengandalkan data yang akurat dan terukur. Langkah nyata diwujudkan lewat penyaluran bantuan pangan hasil analisis Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi (SKPG) Tahun 2026 di Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, kemarin.

banner 728x250

Program ini bertujuan mencegah potensi kerawanan sejak dini. Melalui SKPG, pemerintah dapat memetakan wilayah prioritas, sehingga bantuan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 100 paket bantuan telah disalurkan, meliputi 51 paket untuk Desa Sangkanurip dan 49 paket untuk Desa Sangkanmulya. Setiap paket berisi beras 5 kg, telur 1 kg, daging ayam 1 kg, serta dua kemasan susu UHT untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menyebut SKPG sebagai instrumen kunci kebijakan. “Kita tidak boleh menunggu masyarakat sudah mengalami kesulitan baru bertindak. SKPG membantu mendeteksi risiko lebih awal, sehingga intervensi menjadi tepat sasaran dan melindungi warga,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga membangun kemandirian pangan dari rumah masing-masing. “Ketahanan pangan bukan hanya urusan sawah, tapi juga pekarangan rumah. Tanam sayur, buah, ternak atau ikan—setiap keluarga yang mandiri akan membuat daerah semakin tangguh,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, menegaskan ketahanan pangan adalah fondasi utama pembangunan. “Pemerintah harus hadir sebelum warga kesulitan. SKPG memberi kita gambaran jelas agar kebijakan berjalan adil dan efektif,” tegasnya.

Keberhasilan ketahanan pangan, kata Bupati, tidak hanya diukur dari jumlah produksi, melainkan akses warga terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau. “Ini tanggung jawab bersama—pemerintah, petani, desa, akademisi, dan masyarakat. Bersama kita wujudkan Kuningan mandiri pangan, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya.

Ke depannya, pemerintah akan terus memperkuat strategi mulai dari peningkatan produksi, pemberdayaan masyarakat, hingga intervensi berbasis data, demi menjaga stabilitas pangan dan mendorong kemandirian jangka panjang. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan