Bingkaiwarta, KRAMATMULYA – Peringatan Dirgahayu ke-53 Perguruan Silat Bima Suci berlangsung dengan khidmat dan semangat kebersamaan yang tinggi. Anggota DPR RI Komisi XII dari Dapil Jawa Barat X, H. Rokhmat Ardian, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam serta apresiasi atas perjalanan panjang institusi yang telah lebih dari setengah abad membina dan membentuk karakter generasi muda.
Acara perayaan tersebut dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, Kapolres Kuningan (diwakili), Dandim 0615 Kuningan (diwakili), Kepala Dinas Pendidikan Dr. Elon Carlan, Kepala Disnakertrans Dr. Toto Toharudin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dr. Wahyu Hidayah, Ketua Koni Trias Andriana, para dewan guru, pembina, pengurus, pelatih, atlet, dan seluruh komponen keluarga besar Bima Suci serta undangan lainnya.
Dalam paparannya, Rokhmat Ardian menyatakan bahwa angka 53 tahun bukan sekadar pencatatan usia, melainkan bukti konsistensi, perjalanan penuh perjuangan, serta karakter yang telah tumbuh kokoh dalam perguruan. Menurutnya, Bima Suci telah menunjukkan bahwa silat tidak hanya berkaitan dengan keahlian teknis dan kekuatan jasmani, melainkan juga menjadi sarana pembinaan akhlak, kedisiplinan, dan keteguhan dalam iman.
Ia menekankan bahwa semboyan “Sholat–Sholawat–Silat” menjadi landasan utama yang mengakar dalam setiap anggota perguruan. Filosofi ini mengingatkan bahwa untuk menjadi seorang pendekar yang handal, seseorang harus dahulu mengembangkan kualitas spiritual yang baik. “Hanya silat yang berakar pada nilai-nilai luhur yang dapat menghasilkan prestasi yang benar-benar bermakna bagi diri dan masyarakat,” jelasnya.
Rokhmat Ardian juga memberikan apresiasi khusus atas lahirnya banyak atlet berbakat dari Bima Suci, salah satunya adalah Cecep Aziz Ramdhani putra terbaik Kuningan yang pernah membawa nama bangsa meraih medali emas di ajang SEA Games. Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa sistem pembinaan yang matang dari tingkat daerah mampu menghasilkan atlet dengan standar internasional.
Sebagai perwakilan rakyat, ia menegaskan pentingnya mengembangkan olahraga yang berakar pada budaya lokal untuk membangun generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, memiliki kedisiplinan tinggi, serta mampu bersaing secara positif. Pencak silat, tambahnya, adalah bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa yang mengajarkan nilai-nilai menghormati sesama, menghargai guru dan orang tua, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Kepada para atlet muda Bima Suci, ia memberikan pesan agar tetap konsisten dalam berlatih, serta menjaga kehormatan nama perguruan dan daerah Kuningan. “Seorang pendekar yang sejati bukanlah yang memiliki pukulan paling kuat, melainkan yang mampu mengendalikan diri dengan baik dalam setiap situasi,” pesannya.
Acara ditutup dengan pembacaan pantun perayaan dirgahayu yang disambut dengan antusias oleh seluruh hadirin, sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama untuk terus mengangkat nama baik Kuningan melalui prestasi serta pembinaan karakter yang berkelanjutan.
Peringatan HUT ke-53 ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat tali persaudaraan dalam organisasi, meningkatkan capaian prestasi, serta memperluas kontribusi Bima Suci bagi kemajuan masyarakat luas. (Abel)













