Bingkaiwarta, KUNINGAN – Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya pembinaan keterampilan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan mulai mengembangkan potensi sektor perikanan. Melalui program pembinaan kemandirian, pihaknya melaksanakan kegiatan penanaman atau penebaran benih ikan bawal di fasilitas kolam yang tersedia di kawasan Lahan SAE, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pelatihan praktis bagi warga binaan agar memiliki bekal keahlian di bidang budidaya.
Mengawali kegiatan sejak pukul 08.15 WIB, proses penebaran benih ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Turut hadir dan memantau jalannya kegiatan adalah Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan beserta jajaran pejabat struktural, staf pegawai, peserta magang, hingga warga binaan yang dilibatkan secara langsung dalam setiap prosesnya.
Sebanyak 2.000 ekor benih ikan bawal dilepaskan ke dalam dua unit kolam yang telah disiapkan. Program ini dirancang bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari kurikulum pembinaan kemandirian di sektor agribisnis. Warga binaan diajak untuk turun langsung terlibat, mulai dari proses penebaran hingga pemantauan kondisi kolam, sehingga mereka memahami alur kerja budidaya ikan secara utuh.
Diharapkan, keterampilan yang didapatkan selama mengikuti kegiatan ini dapat menjadi bekal positif yang berguna saat mereka nanti kembali hidup bermasyarakat. Selain itu, inisiatif ini juga merupakan langkah konkret dalam mendukung program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan. Jika dikelola dengan baik, hasil panen nantinya tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi di dalam lingkungan lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan bahwa program ini adalah bukti komitmen pihaknya dalam menghadirkan metode pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya sekadar memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga tertanam semangat untuk mandiri dan produktif dalam berkarya,” ujar Sukarno Ali.
Ke depannya, perawatan intensif dan pemantauan rutin terhadap kolam budidaya akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Evaluasi berkala pun dijadwalkan untuk memastikan pertumbuhan ikan berjalan optimal dan memberikan hasil yang maksimal.
Dengan adanya program ini, Lapas Kuningan terus berupaya menciptakan model pembinaan yang berdampak nyata, sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia secara berkelanjutan. (Abel)













