Bingkaiwarta, CIKEAS – Di era digital yang serba cepat dan terbuka, peran Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lagi hanya terbatas pada tugas teknis, tetapi juga menjadi representasi instansi dalam menyampaikan informasi ke publik. Menyadari hal tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), membekali para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan kemampuan komunikasi publik yang mumpuni.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga (Kabag PMHAL) Biro Humas dan Protokol, Bagas Agung Wibowo, dalam kegiatan Ceramah Klasikal Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang 4 Tahun Anggaran 2025, di Cikeas, kemarin.
“Setiap ASN, khususnya di lingkungan ATR/BPN adalah humas. Strategi komunikasi menjadi hal yang sangat penting. Kita dituntut mampu menyampaikan informasi secara jelas agar pesan yang disampaikan benar-benar dipahami dan diterima oleh masyarakat,” ujar Bagas.
Dijelaskannya, komunikasi yang efektif bukan sekadar menyampaikan data, tetapi juga memastikan pesan tersebut dimengerti dan mampu mendorong partisipasi publik. Keberhasilan komunikasi ini dinilai sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program-program strategis Kementerian ATR/BPN.
Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan hoaks di dunia maya, ASN dituntut untuk lebih sigap. Mereka diharapkan mampu meluruskan isu-isu yang keliru sekaligus membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang akurat dan faktual.
“Media sosial saat ini menjadi sarana utama komunikasi. Saat memanfaatkannya, kita harus bijak dengan menyajikan konten yang informatif, relevan, dan benar-benar dibutuhkan masyarakat, khususnya terkait layanan pertanahan,” imbau Bagas.
Kegiatan Latsar kali ini diikuti oleh 326 peserta CPNS angkatan XXV hingga XXXII Gelombang 4 Tahun 2025. Peserta berasal dari berbagai unit kerja, mulai dari tingkat pusat, Kantor Wilayah, hingga Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia. Acara yang berlangsung interaktif ini dimoderatori oleh Widyaiswara Ahli Madya, Sukamto. (Abel/hms)













