banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Kuningan Mundur, Disporapar : Karena Keterbatasan Anggaran

banner 120x600

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Seharusnya Kuningan Maju sesuai dengan visi Kabupaten Kuningan. Namun hal itu tidak berlaku untuk Disporapar Kuningan. Setelah bertahun – tahun Kuningan dikenal unggul dalam melahirkan nonoman sunda yang masagi melalui Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat. Seperti Nursidik yang menjadi juara satu mengungguli nonoman sunda se-Tanah Pasundan.

“Saat ini, Kuningan mengalami kemunduran yang tajam dengan alasan karena keterbatasan anggaran,” ujar Dedi selaku Kasi Ekraf Disporapar Kuningan ketika ditanya tentang ketidakikutsertaan Kuningan untuk Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2023, Jumat (14/2023).

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Dedi mengatakan, “Muhun kaleresan taun ayeuna teu ngintunkeun Pasanggiri Moka Jabar, kumargi kirang langkung 3 taun Kuningan henteu ng’ayakeun pelaksanaan pemilihan “Moka’” janten teu aya perwakilan sareng keterbatasan anggaran kangge pelaksanaan pemilihan Moka Kuningan. Hapunten,” (Iya, kebetulan tahun sekarang tidak mengirimkan Pasanggiri Moka Jabar, karena selama kurang lebih 3 tahun Kuningan tidak mengadakan pemilihan Moka (Mojang Jajaka). Jadi, tidak ada perwakilan dan juga keterbatasan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan Moka Kuningan, Maaf) jawab Dedi via WhatsApp.

Ketua Paguyuban Moka Kuningan 2012, Ageng Sutrisno sangat menyayangkan, memalukan sekaligus tidak mencerminkan sosok pejabat yang kreatif seperti nama bidangnya yakni Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata. “Saya akan bedah satu – satu bagaimana jawaban ini benar – benar sangat tidak layak untuk diungkapkan oleh sebuah dinas yang beroperasi atas uang pajak dari rakyat,” ungkap Ageng kepada bingkaiwarta.co.id, Jumat (14/7/2023).

Menurut Ageng, soal keterbatasan anggaran, bahwa setiap lembaga memang dibatasi anggaranya agar mampu berfikir kreatif dengan anggaran yang ada agar bisa menghasilkan program yang luar biasa. “Indikatornya jelas bisa memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, meningkatkan prestasi, atau juga mengurangi permasalahan yang ada. Tidak ada satupun lembaga yang memiliki anggaran tak terbatas,” ujarnya.

Kemudian, kata Ageng, biaya yang sangat rendah. Sejujurnya biaya memberangkatkan perwakilan untuk mengikuti sebuah lomba itu sangatlah minim sekali. “Kami malah cukup diberikan doa dan dukungan pun sudah sangat bahagia. Karena jika berbicara dengan para pemuda. Janganlah sesekali membahas masalah berupa uang, Kami lebih senang untuk diberi tantangan. Berapa si biaya mengirimkan utusan untuk mengikuti Pasanggiri Moka Jabar? Saya yang pernah merasakan menjadi utusan bisa memastikan bahwa gaji seorang kepala dinas pun jauh lebih besar dari ongkos untuk peserta pasanggiri,” papar Ageng.

Lantas, lanjut Ageng, tidak memiliki motivasi.
Dengan biaya yang sangat minim namun tetap tidak mengirimkan utusan. Ini bukan karena anggaran namun lebih kepada motivasi yang rendah dari pemilik kebijakan. “Saking rendahnya entah setelah tulisan ini terbit di media apakah akan ada respon atau tidak biarkan masyarakat yang menilai,” ucapnya.

Setelah beberapa tahun belakangan Kuningan diterpa masalah pengangguran, kemiskinan ekstrim, stunting dll. “Sejujurnya saya berharap ada hal yang membanggakan lainnya dari sebuah prestasi nonomanya. Namun apalah daya tangan tak sampai. Jangankan untuk berprestasi. Untuk mengikuti sebuah pasanggiri pun nampak tak berarti. Jadi sudahlah tepat jika Disporapar benar benar mengubah visi Kuningan Maju menjadi Kuningan Mundur karena kemunduruan pogres berfikir pemangku kebijakannya,” kata Ageng. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!