banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Minta Kejelasan, HMI Kuningan Siap Geruduk Kantor DPRD Selasa Besok

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Menanggapi sejumlah persoalan yang dinilai masih belum jelas dan kurang transparan di lingkungan pemerintah daerah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan berencana turun ke jalan. Organisasi mahasiswa ini akan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan pada Selasa (14/4/2026) mendatang, mulai pukul 13.00 WIB. Aksi ini menjadi bentuk pengawasan nyata mahasiswa terhadap tata kelola pemerintahan yang dianggap menyimpang dan merugikan banyak pihak.

banner 728x250

Ada dua isu utama yang menjadi fokus utama dalam aksi kali ini, yakni persoalan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta dugaan penyelewengan dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pihak HMI menilai kedua masalah ini membutuhkan perhatian serius dan penyelesaian yang terbuka.

Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhammad Naufal Harits, menjelaskan bahwa isu TGR yang menyeret sejumlah pihak harus segera dituntaskan secara transparan agar tidak menimbulkan fitnah atau spekulasi liar di tengah masyarakat. Ia mempertanyakan perubahan nominal yang dinilai tidak wajar dalam kasus tersebut.

“Awalnya anggaran kasus TGR itu senilai Rp8,6 Miliar. Namun, setelah dirapatkan secara tertutup oleh Komisi IV, angkanya tiba-tiba berubah drastis menjadi Rp3,2 Miliar. Ada apa sebenarnya di balik perubahan ini? Kami meminta kejelasan resmi terkait hal tersebut,” ujar Naufal saat dikonfirmasi di sela-sela rapat konsolidasi, Minggu (12/4/2026).

Selain itu, dugaan penyelewengan dana Taspen bagi tenaga P3K juga menjadi sorotan tajam. HMI mendesak agar dilakukan audit menyeluruh dan mendalam, serta meminta penjelasan resmi dari instansi berwenang untuk memastikan hak-hak para pekerja tidak dirugikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk kepedulian kami terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berpihak pada rakyat,” tegasnya.

Dari sisi teknis pelaksanaan, Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi, M. Alghifari Kusumawardany, menyampaikan bahwa massa akan digabungkan dari berbagai komisariat yang ada di bawah naungan HMI Cabang Kuningan. Ia mengklaim telah melakukan konsolidasi matang selama beberapa hari terakhir. Sebelum bergerak ke parlemen, para demonstran direncanakan berkumpul terlebih dahulu di salah satu titik di kawasan perkotaan.

“Kami akan menurunkan ratusan massa dalam aksi ini. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam mengawal isu-isu yang berkembang, khususnya yang berkaitan erat dengan kepentingan publik,” ujar Alghifari.

Nantinya, para demonstran akan melakukan penyampaian orasi secara bergantian disertai pembentangan atribut aksi. Kehadiran mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi pengingat keras bagi para pemangku kebijakan agar lebih responsif.

“Harapan kami sangat jelas, harus ada keterbukaan informasi kepada publik dan langkah konkret dari pihak terkait. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan yang memuaskan,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjut, dalam aksi tersebut pihaknya juga berencana mengundang langsung pihak terkait dari unsur eksekutif untuk diajak berdialog. “Kami juga akan mengundang Bupati, Sekretaris Daerah, hingga perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD,” pungkasnya. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan