banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Narkoba dan Judi Marak, Pemberantasan Jauh dari Harapan

Oleh : Resa Ristia Nur Aidah

Narkoba dan judi terus merajalela di tengah-tengah masyarakat, dan sudah sangat memberikan dampak buruk kepada masyarakat termasuk generasi. Namun upaya pemberantasan sepertinya akan jauh dari harapan karena ternyata banyak aparat yang juga terlibat di dalamnya.

banner 728x250

Menurut fakta terbaru yang dilansir oleh media online Liputan6.com diberitakan bahwasannya kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa diciduk oleh Polri atas dugaan kasus penjual barang bukti narkoba. Kasus ini seolah berbalik dengan pidatonya kepada jajaran anggotanya tentang perintah agar tidak ada yang bermain-main dengan menyalahgunakan kewenangan sebagai anggota polisi demi materi.

Kenikmatan Sesaat’ yang Berujung Petaka, Irjen Teddy Minahasa Tergiur Nyabu dan Jual Sabu-sabu ke Mami Linda, Kini Teddy Bakal Ditahan 30 Hari Nasib sial tengah melanda Kapolda Sumatera Barat yang baru ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Timur, Irjen Teddy Minahasa. Dia ditangkap karena tersandung kasus narkoba, Jumat (14/10/2022). Adapun Irjen Teddy Minahasa ditangkap oleh Tim Gabungan Propam, Direktorat Narkoba Polda Metro dan Mabes Polri. [Tvone.com]

Bertepatan dengan kabar penangkapan Teddy, pada 14/10/2022, Presiden Jokowi memanggil seluruh pejabat dan perwira tinggi Polri ke Istana Negara. Dalam kesempatan itu, Jokowi membeberkan daftar persoalan yang harus dibenahi Polri, yaitu (1) gaya hidup; (2) tindakan sewenang-wenangan; (3) pelayanan masyarakat; (4) soliditas; (5) jangan gamang, apalagi cari selamat; (6) membersihkan judi daring; dan (7) komunikasi publik harus baik.

Hanya saja, arahan itu sepertinya tidak cukup untuk mengubah lembaga penegak hukum agar bersih dari perilaku kriminal. Upaya pemberantasan tindak pidana judi dan narkoba makin jauh dari harapan manakala kita menyaksikan betapa banyak aparat yang terlibat di dalamnya.

Meski sudah ada UU untuk penanganan tindak pidana, rupanya masih belum cukup ampuh membuat jera para pelaku dan orang-orang yang berpotensi melakukan pidana.

Judi dan narkoba ini sangat berbahaya. Adapun dampak judi bagi masyarakat di antaranya menyebabkan kemiskinan, menimbulkan pertikaian hingga berujung pembunuhan, membuat malas ibadah dan jauh dari Allah Swt., dan bisa merusak rumah tangga.

Begitupun narkoba, salah satu dampak yang paling bisa kita lihat ialah menghancurkan akal dan jiwa manusia. Orang yang kecanduan narkoba bisa mengalami dehidrasi parah, halusinasi akut, menurunnya tingkat kesadaran, mengganggu aktivitas kehidupan serta menyebabkan kematian.

Judi dan narkoba merupakan jalan cepat untuk merusak generasi. Jika generasi rusak, masa depan bangsa dan negeri ini terancam.

Dalam sistem Islam, halal dan haramnya sebuah aktifitas akan sangat diperhatikan dan menjadi poin utama. Saat ini judi dan narkoba menjadi jalan pintas bagi oknum tertentu dari berbagai kalangan untuk memperbanyak harta mereka. Tidak heran jika hal ini terjadi di sistem kapitalis. Asas manfaat menjadi hal utama dalam tolok ukur perbuatan, tidak peduli halal ataukah haram.

Pemberantasan tuntas hanya dapat diwujudkan apabila aparat juga taat, dan menegakkan hukum dengan adil.

Maka dari itu, dengan semakin maraknya kemaksiatan di negara ini bahkan di berbagai negara dengan mayoritas muslim, sudah saatnya kini kita berganti sistem dengan sistem Islam. Sistem yang mempunyai pemecahan setiap problematika umat. Dengan aturan yang menyeluruh mulai dari akar hingga daun bukan parsial. AllahuAkbar
[Wallahu a’lam bi Ash-Shawab]


banner 336x280

Tinggalkan Balasan