Bingkaiwarta, KUNINGAN – Rumah besar 2 lantai milik Engkos Koswara (61) warga Jalan Pramuka Gang Jembar RT 09 RW 03 Lingkung Puhun, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, terancam ambruk pasca terjadinya gempa bumi tektonik susulan, Jumat (26/7/2024) siang.
Sejak getaran gempa awal, hingga gempa susulan ketiga sekira pukul 10.49 WIB, atau sebelum shalat Jum’at, membuat balok coran rumah patah. Akibatnya, terjadi kemiringan bangunan. Genteng-genteng berjatuhan.
Dari pantauan bingkaiwarta.co.id di lokasi, tampak balok saluran air sepanjang 9 meter, lebar 60 cm dan tinggi 50 cm juga patah. Diduga, kontruksi bangunan rumah kurang baik. Sehingga dengan kondisi itu, membuat rumah dibawahnya milik Enah (90) terancam terkena jatuhan balok coran saluran air.

Akibat ancaman ambruknya bangunan rumah itu, warga pun dilarang melintas di gang itu untuk keselamatan. Bahkan, kerumunan warga dibubarkan, jalan menunju gang ditutup total untuk segera diambil penanganan oleh aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan. Penghuni rumah pun turut di evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyebut kebutuhan darurat penanganan rumah terancam ambruk akibat gempa bumi ini, adalah pembongkaran balok coran saluran air. “Hari ini warga sekitar bergotong royong untuk membongkar balok coran saluran air. Jika tidak segera ditangani khawatir terjadi gempa susulan yang akhirnya mengakibatkan sesuatu yang tidak kita harapkan,” ungkap Indra kepada bingkaiwarta.co.id usai meninjau lokasi rumah milik Engkos.

Indra yang akrab disapa Ibe ini menjelaskan, pasca gempa yang ketiga itu terdapat ada 3 bangunan yang terdampak. Pertama, itu ada di Kecamatan Ciniru yaitu di Desa Rambatan ada 2 rumah yang terlaporkan sementara, terus kemudian yang satu rumahnya lagi di Desa Kutakembaran dan terakhir tadi di Desa Jagara Kecamatan Darma ada 1 rumah.
“Dan semuanya rata rata rusak ringan dan sedang, kemudian insya allah hari ini dari BPMBG juga akan ke lokasi titik epicentrum gempa sesuai dengan titik koordinat yang ada untuk memasang alat seismic yang memang untuk mendeteksi ini, sebetulnya karena fenomena apa. Karena kan harus ada alat yang ditanam, insya allah hari ini akan turun ke Kabupaten Kuningan,” jelasnya.
Untuk pusat gempa hari ini, kata Ibe, titik lokasinya hampir sama dengan yang kemarin. Karena kalau yang sesar ini kemungkinan aktivitas sesar Ciremai. “Kemungkinan ya ini. Kita baru bicara kemungkinan, karena kan yang berwenang ini BMKG menyampaikan dan ini kan panjang kemungkinan memang di rangkaian itulah. Apakah itu memang di ujung nya jadi pergeseran itu koordinat nya sedikit. Lokasinya tetap di titik yang sama di daerah sekitar Sindangsari dan Windusengkahan areal sawah itu,” ungkapnya.
Nanti, lanjut Ibe, hari ini pihaknya akan memastikan kembali pengecekan titik supaya lebih pasti lagi. “Kalau yang namanya gempa memang kita harus tetap waspada, bagaimana kita mempersiapkan diri kita sendiri. Yang paling penting adalah kita harus tetap waspada tapi jangan panik,” terangnya.
Lantas, sambung Ibe, terkait informasinya dari sumber yang terpercaya, yaitu BMKG. “Tapi kita juga tidak boleh terlena berarti tidak waspada, ya harus tetap siap siaga tapi jangan panik,” imbuhnya.
Ibe mengimbau kepada warga masyarakat khususnya di Kabupaten Kuningan, terutama rumah rumah yang terdampak retak retak ketika memang ada getaran terasa, yang paling penting adalah segera mencari tempat yang paling aman keluar rumah dan yang lainnya juga sama. (Abel)













