banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Polisi Sita Ribuan Obat Keras, 6 Tersangka Digiring ke Polres Kuningan

banner 120x600

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Sebanyak enam (6) tersangka tindak pidana obat keras/bebas terbatas berhasil diamankan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Kuningan. Keenam tersangka tersebut 5 berasal dari Kabupaten Kuningan dan satu tersangka berasal dari Kabupaten Cirebon.

Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian didampingi Kasat Narkoba AKP Udiyana menjelaskan, bahwa Satuan Reserse Narkoba Polres Kuningan selama bulan Oktober 2023 telah melakukan Operasi Pekat terkait Narkoba, yang dilakukan di wilayah hukum Polres Kuningan. Diantaranya, 1 kasus di Kecamatan Kuningan, 1 kasus di Kecamatan Cilimus, 3 kasus di Kecamatan Cigugur, dan 1 kasus di Kecamatan Luragung.

banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

“Jumlah ungkap kasus yakni sebanyak 6 kasus tindak pidana, diantaranya yaitu tindak pidana obat keras/bebas terbatas dengan jenis Tramadol Trihexyphenidyl dan Dextromethorphan,” jelas Kapolres kepada awak media saat menggelar Konferensi Perss di Mapolres Kuningan, Jumat (13/10/2023) siang.

Kapolres mengatakan, 6 tersangka tersebut yaitu RTW (19) warga Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan, AS (33) warga Desa Greged Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon, RY (25) warga Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, IP (21) warga Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, A (24) warga Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, dan AJ (38) warga Desa Ragawacana Kecamatan Kramatmulya.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 1.143 butir obat keras/bebas terbatas dengan rincian 745 butir obat jenis Tramadol, 189 jenis Trihexyphenidyl, dan 200 butir jenis Dextromethorphan. Modus operandi dilakukan dengan cara bertemu langsung atau tatap muka langsung/COD,” bebernya.

Atas perbuatannya, tersangka telah melanggar pasal 435 atau 436 Ayat (1) dan (2) Undang undang RI nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!