Bingkaiwarta, KUNINGAN – Proses Haji Tahun 2024 M/1445 H telah sukses diselenggarakan, dan sebagai bentuk apresiasi serta evaluasi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan menggelar Rapat Evaluasi dan Tasyakur Binnikmah, di Aula PLHUT Kabupaten Kuningan, Selasa (30/7/2024).
Acara dihadiri oleh Kabag Kesra, Polres, Dinas Kesehatan, KBIH, serta Organisasi Masyarakat Islam.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa jumlah Jemaah Haji Kabupaten Kuningan yang diberangkatkan tahun ini mencapai 1006 jemaah. Dari jumlah tersebut, 1005 jemaah telah kembali ke tanah air dengan selamat, sementara satu Jemaah meninggal dunia.
“Jumlah Jemaah haji Kabupaten Kuningan Tahun 2024 ini yang diberangkatkan ke Tanah Suci sebanyak 1006 jemaah. Adapun Jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat berjumlah 1005 jemaah. Satu Jemaah meninggal dunia di Makkah atas nama Bapak Samad dari Desa Cikandang Luragung yang tergabung dalam kloter 30 KJT. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau dan husnul khotimah,” terangnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Ahmad Handiman Romdony, juga menjelaskan bahwa proses Haji tahun ini secara nasional mengalami peningkatan yang signifikan sehingga melahirkan Formula 4-3-5, “Alhamdulillah, secara nasional penyelenggaraan haji tahun ini berjalan sukses dan menciptakan Formula 4-3-5, yang terdiri dari 4 Perdana Haji, 3 Pengembangan Ekosistem Potensi Ekonomi Haji, dan 5 Inovasi Haji 2024,” jelas Dony.
“4 Perdana Haji diantaranya Fast Track, Katering Jemaah selama di Tanah Suci, 20.000 Kuota Tambahan, dan Skema Murur. Hal ini menjadikan para Jemaah semakin nyaman dalam pelaksanaan haji dan fasilitas semakin terpenuhi,” tambahnya.
Adapun 3 Pengembangan Ekosistem Potensi Ekonomi Haji, lanjut Dony, diantanya yaitu 70 ton bumbu Nusantara diekspor ke Saudi, Daging Dam dikelola dengan baik dan dikirimkan ke Indonesia, serta Makanan Siap Saji dalam puncak Armuzna.
“Terakhir, 5 Inovasi Haji diantaranya adalah Transformasi Digital dalam rekrutmen petugas haji, penggunaan aplikasi Kawal Haji, Fasilitas Safari Wukuf Lansia dan Disabilitas, Penggunaan International Pattient Summary memudahkan demografi Riwayat Kesehatan Jemaah, serta Penyederhanaan Proses Tunda atau Batal Visa,” paparnya.
Dony juga menegaskan, bahwa Jemaah Kabupaten Kuningan mendapatkan sorotan positif dari Embarkasi dan Bandara, “Proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Kabupaten Kuningan berjalan dengan sangat baik dan teratur, sehingga mendapatkan sorotan positif baik di Embarkasi Indramayu maupun Bandara Kertajati, diantaranya pengaturan bus dan koper yang teratur sehingga memudahkan petugas, Jemaah mudah diarahkan sebagaimana intruksi petugas, serta kedermawanan Jemaah dalam memberikan infaq sedekah yang dihimpun BAZNAS Provinsi Jawa Barat sehingga menempatkan posisi teratas,” terang Dony.
Ia mengapresiasi kinerja para PPIH Kabupaten Kuningan yang bekerja dengan tulus dan sebaik-baik pelayanan. Hal positif yang ada di tahun ini diharapkan bisa dipertahankan dan ditingkatkan pada Haji di tahun-tahun berikutnya.
“Kegiatan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji di masa mendatang, serta memberikan pelayanan yang lebih baik bagi jemaah haji dari Kabupaten Kuningan,” tutupnya. (Abel)













