banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Sempat Terancam Hilang, Kini Kembali Berdiri Megah: Jembatan Cijemit Pulihkan Ekonomi Warga

Bingkaiwarta, CINIRU – Setelah sempat terputus dan terancam hilang fungsinya akibat abrasi sungai yang terus menggerus struktur penyangganya, Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, kini kembali kokoh dan berfungsi normal. Infrastruktur vital yang menghubungkan tiga desa sekaligus ini diresmikan penggunaannya oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, pada Rabu (17/6/2026).

Perbaikan dan rekonstruksi jembatan ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan menelan anggaran sebesar Rp2 miliar. Kerusakan yang mulai terdeteksi sejak April 2025 dan memburuk hingga menyebabkan jembatan patah pada Desember tahun yang sama, sempat memutus akses utama warga dan menghambat berbagai aktivitas sehari-hari.

banner 728x250

Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Sekda U. Kusmana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Kepala BPBD, Danramil, Kapolsek, serta para kepala desa dan tokoh masyarakat. Suasana dipenuhi rasa syukur dan antusiasme warga yang telah menanti selama berbulan-bulan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kuningan, Tedy Bisma, menjelaskan bahwa abrasi sungai menjadi penyebab utama kerusakan serius pada pondasi jembatan yang dibangun sejak tahun 1990 itu. “Kondisi ini memerlukan penanganan segera karena jembatan ini adalah akses utama masyarakat untuk pendidikan, perekonomian, hingga pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Kepala Desa Cijemit, Wawan Kuswara, mengungkapkan rasa syukur mendalam. “Selama ini warga harus berputar jauh dan menempuh waktu lebih lama. Alhamdulillah, berkat perhatian Bupati dan pemerintah daerah, perbaikan tuntas pada Juni 2026. Terima kasih atas perhatiannya,” katanya.

Bupati Dian menegaskan bahwa jembatan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan dan persatuan. “Hari ini kita bukan hanya meresmikan jembatan, tapi meresmikan kembali harapan warga. Jembatan ini bukti bahwa tidak ada hambatan yang tak dapat diatasi jika dikerjakan bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan dua hal penting: menjaga kelestarian lingkungan agar tidak kembali tergerus abrasi, serta memelihara hasil pembangunan yang dibiayai dari uang rakyat. “Alam dijaga maka ia akan melindungi kita. Demikian pula jembatan ini, mari rawat bersama agar manfaatnya terus dirasakan anak cucu kita nanti,” pesannya.

Rasa syukur yang sama diungkapkan warga setempat, Teti (48). “Alhamdulillah, jembatannya sudah kokoh kembali. Kami merasa lebih tenang dan aktivitas sehari-hari jadi lancar kembali,” ucapnya dengan bahagia.

Peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Momen istimewa ini juga dibarengi dengan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1448 H dan tradisi Ngobeng Ikan, sebagai wujud syukur sekaligus harapan agar jembatan ini membawa berkah, kemajuan, dan kebersamaan bagi seluruh warga. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan