Bingkaiwarta, KUNINGAN – Sebuah insiden tak biasa terjadi pada Sabtu (11/4/2026) malam, yang memaksa seorang warga berinisial A di Kabupaten Kuningan harus meminta pertolongan khusus kepada pihak pemadam kebakaran. Ia membutuhkan penanganan segera setelah mengalami kesulitan yang serius akibat sebuah cincin yang tersangkut dan terjepit di bagian vital tubuhnya, sehingga tidak dapat dilepaskan. Kejadian ini bermula dari rasa keingintahuan yang berujung pada keadaan darurat medis.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa tindakan tersebut berawal dari informasi yang dibaca korban di media daring. Terinspirasi dari apa yang dilihatnya di internet, korban mencoba mempraktikkannya sendiri di rumah dengan memasang cincin tersebut. Namun, alih-alih mendapatkan hasil yang diinginkan, cincin itu justru terjepit kuat dan tidak bisa dilepaskan kembali.
“Ide pemasangan cincin itu didapat dari internet. Karena penasaran, korban mencoba memasangnya, namun setelah terpasang tidak bisa dilepaskan,” ujar Andri saat memberikan keterangan, Minggu (12/4/2026).
Selama tiga hari, korban diketahui telah berusaha melepaskan benda tersebut secara mandiri. Berbagai cara telah dicoba namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, karena merasa khawatir kondisinya semakin parah dan terasa menyakitkan, korban mendatangi salah satu rumah sakit setempat untuk meminta pertolongan medis. Namun, pihak rumah sakit menyarankan agar korban meminta bantuan dari tim pemadam kebakaran yang memiliki peralatan khusus untuk memotong benda tersebut.
Segera setelah menerima laporan, lima petugas dari Regu 3 Damkar Kuningan yang sedang bertugas segera bergerak ke lokasi. Tim penyelamatan menghadapi tantangan tersendiri karena posisi cincin yang terjepit berada di bagian pangkal, sehingga memerlukan kehati-hatian tingkat tinggi agar tidak melukai organ vital korban saat dilakukan pemotongan. Berkat ketelitian petugas, proses pelepasan akhirnya berhasil dilakukan dengan aman tanpa menimbulkan cedera tambahan, dan korban pun dinyatakan dalam keadaan selamat.
Andri mengingatkan bahwa kasus seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut berisiko menimbulkan gangguan aliran darah, infeksi, hingga kerusakan jaringan permanen yang membahayakan nyawa. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mencoba hal-hal berisiko yang ditemukan di internet tanpa dasar pengetahuan medis atau pendampingan ahli.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan hal-hal di luar nalar tanpa instruksi profesional, karena bisa membahayakan kesehatan bahkan mengancam nyawa,” pungkas Andri. (Abel)













