Bingkaiwarta, KUNINGAN – 62 tahun bukanlah perjalanan yang singkat bagi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang kini telah mencapai usia dewasa. Angka tersebut bukan sekadar angka, melainkan jejak panjang perjuangan yang dimulai sejak 14 Maret 1964 hingga hari ini.
Milad IMM ke-62 tahun menjadi refleksi bagi seluruh kader untuk mengingat sejarah dan membaca ulang nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Sejak didirikan, IMM senantiasa berperan sebagai gerakan intelektual, sosial, dan keagamaan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul.
Dalam rangka memperingati momen bersejarah tersebut, Pimpinan Komisariat Djarnawi Hadikusuma, Pimpinan Komisariat FFKS, dan Pimpinan Komisariat Djazman Al-Kindi Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMK) menggelar kegiatan sosial bertajuk “IMM Berbagi” sebagai wujud nyata pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat, Senin (16/3/2026). Kegiatan yang mengusung tema “IMM Impact Movement: Kader Bergerak, Indonesia Berdampak” terdiri dari empat agenda utama, yaitu santunan, pembagian takjil, kajian, serta buka bersama para kader.
Acara ini menjadi refleksi bahwa gerakan kader IMM tidak hanya berhenti pada ruang diskusi, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Kader IMM diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang membawa dampak positif bagi bangsa dan negara.
Sebagai implementasi nilai humanitas dan keberpihakan kepada umat, kegiatan “IMM Berbagi” dilaksanakan dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan LAZISMU Universitas Muhammadiyah Kuningan, sebagai lembaga filantropi Muhammadiyah yang fokus pada penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa gerakan kader dan gerakan filantropi dapat bersinergi dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah momentum Milad IMM ke-62 tahun.
Momen ini menjadi pengingat bahwa setiap kader IMM memiliki tanggung jawab untuk terus bergerak, berkarya, dan berdampak. Sebab ketika kader bergerak bersama, dampak kebaikan bagi Indonesia akan semakin besar. (Abel)













